Jumat, 14 Juni 2019 18:09

Diduga Tipu Nasabah, Pemilik Radio Mora Dicari 100 Orang Setiap Bulan

Reporter : Fery BangkitĀ 
Ratusan Korban Dugaan Investasi Bodong Itu Kembali Mendatangi Rumah Pemilik Radio Mora, Monang Saragih Di Komplek Alam Asri Residence, Jln. Ciawitali, Kota Cimahi.
Ratusan Korban Dugaan Investasi Bodong Itu Kembali Mendatangi Rumah Pemilik Radio Mora, Monang Saragih Di Komplek Alam Asri Residence, Jln. Ciawitali, Kota Cimahi. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Monang Saragih, pemilik Koperasi Hukum Radio Mora kini menjadi incaran ratusan warga. Pendiri Radio Mora itu diduga menjadi pelaku penipuan berkedok investasi. Tak tanggung-tanggung, uang para nasabah yang belum dikembalilan Monang mencapai Rp 82 miliar.

Rumahnya yang berada di Komplek Bumi Asri Residence di Citereup, Kota Cimahi tampak sepi pada Jumat (14/6/2019), pukul 11.30 WIB. Tidak ada penjagaan polisi atau keamanan khusus di komplek yang berada di belakang perkantoran Pemkot Cimahi itu. Hanya ada seorang satpam dan beberapa petugas kebersihan yang ada di sana.

Baca Juga : Dugaan Investasi Bodong oleh Pemilik Radio Mora Capai Rp 82 MiliarĀ 

"Kalau sekarang pak MS (Monang Saragih) sudah jarang kelihatan, sejak ada kasus itu tiga tahunan yang lalu," ujar Hermansyah, salah seorang satpam komplek.

Biasanya, kata Hermansyah, nak-anak Monang Saragih kerap datang ke komplek tersebut. Ia sering melihat ada enam mobil yang berjejer di rumah tersebut.

Baca Juga : Korban Dugaan Penipuan oleh Pemilik Radio Mora Kembali Lagi

"Sekarang mobil-mobilnya juga enggak ada, enggak tahu kemana," katanya.

Ia mengatakan, sejak kasus tersebut merebak ke media massa, banyak yang datang ke komplek tersebut untuk menanyakan rumah diduga pelaku penipuan investasi bodong. Dari pengakuannya dalam sebulan ia bisa menerima 100 tamu yang menanyakan tujuan yang sama.

"Dari pagi sampai siang, bisa datang lima orang, enggak tahu nanti malam," katanya.

Menurutnya, Monang dikenal sebagai sosok yang baik. Ia gemar memberikan uang tip dan memberikan makanan kepada satpam komplek tersebut.

"Tapi sejak ada kasus sudah enggak pernah lagi (memberi) dan jarang kelihatan lagi, tapi kami sudah pada maklum," tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara meminta masyarakat yang merasa menjadi korban untuk bersabar dan mempercayakan kasus ini kepada kepolisian.

"Permasalahan ini sudah dilaporkan ke Polda Jabar. Kami mengimbau masyarakat untuk mempercayakan kepada kepolisian. Jangan mengambil tindakan sendriri," imbuh Rusdy. 

Baca Lainnya