Sabtu, 13 April 2019 11:05

Di Lembang, ada Bule Prancis Mungut Sampah, kok Bisa?

Reporter : Fery Bangkit 
Johanna Lebigre dan Benjamin relawan asal Prancis.
Johanna Lebigre dan Benjamin relawan asal Prancis. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Kampung Batulonceng, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menjadi pilot projeck bagi Warga Negara Asing (WNA) untuk mengabdikan diri.

Tahun ini, giliran sepasang bule asal Prancis yang menjadi relawan, yaitu Johanna Lebigre (23) dan Benjamin (21). Keduanya akan mengabdi selama tiga bulan di Batulonceng dan sekitarnya.

Johanna Lebigre tengah memungut sampah

Ketika ditemui Jumat (12/4/2019), Johanna dan Ben tengah melakukan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) dengan memungut berbagai sampah di wilayah Desa Suntenjaya. Meski baru dua pekan berada di sana, mereka sudah sangat menikmati kehidupan sebagai warga desa di Batulonceng sejak tiga minggu lalu. 

"Dua minggu bukan waktu lama, tapi kita sangat menikmati tempat ini," ujar Johanna dalam Bahasa Inggris.

Alasan paling sederhana yang membuat mereka nyaman adalah keindahan alam. Menurut Johanna, alam di Suntenjaya, umumnya Lembang masih sangat terjaga dan sejuk. Selain alam, keramahan penduduk sekitar juga menambah kenyamanan mereka.

Benjamin tengah memungut sampah

"Kami menemukan banyak orang baik di sini," ucap Johanna.

Kedua WNA itu memang bertekad mengabdikan diri membantu warga desa selama tiga bulan ke depan di Suntenjaya dan sekitarnya. Khusus di bidang persampahan, keduanya ingin membantu warga untuk membuat manajemen sampah yang lebih tertata.

Johanna dan Benjamin berencana bakal mengajukan tempat sampah publik, semacam tempat sampah terpadu yang bisa menghasilkan nilai ekonomi. Rencana itu muncul setelah mereka melihat masih adanya warga, khususnya anak-anak yang membuang sampah sembarangan.

"Kita akan coba mengontak asosiasi untuk menemukan jalan untuk mengumpulkan sampah dan membuat uang dari sana," tambah Benjamin.

Johanna Lebigre dan Benjamin tengah memungut sampah dibantu relawan lain.

Tidak hanya soal sampah, ada juga berbagai kegiatan lain yang dilakukan Johanna dan Benjamin selama di sana. Di antaranya di bidang perkebunan peternakan hingga mengajarkan Bahasa Inggris kepada anak-anak sekitar.

"Kita juga mengajar Bahasa Inggris untuk anak-anak dan remaja," tandasnya.

Kedatangan mereka pertama kalinya ke Indonesia merupakan kerja sama antara Gerakan Kerelawanan Internasional (Great) yang bekerja sama dengan asosiasi asal Prancis, Concordia melalui program Long Midle Term Volunteer (LMTV). Setiap tahun organisasi ini mengirim WNA yang ingin belajar tentang kehidupan warga desa.

"Kalau Johanna sama Ben baru pertama kali ke Indonesia. Rencananya, selain di Suntenjaya ini, mereka juga akan mengabdi di sekitar Cihampelas, Bandung Barat dua bulan," kata Radyan, relawan Great of Bandung.

Baca Lainnya