Rabu, 14 Maret 2018 22:32

Derita Tiada Akhir Warga Cimahi Selatan dari Polusi Limbah Batu Bara

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi polusi debu batu bara.
Ilustrasi polusi debu batu bara. [Net]

Limawaktu.id,- Penderitaan warga Kampung Cibodas Campaka RT02/09, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan untuk terbebas dari polusi batu bara hingga kini belum berakhir.

Padahal, kasus pencemaran yang diduga berasal dari pabrik di sekitar wilayah tersebut sudah berlangsung lama. Terakhir, pencemaran limbah batu bara itu dikeluhkan warga pada periode Agustus 2017.

Kendati demikian, warga setempat yang lokasi rumahnya berdekatan dengan pabrik tersebut, tak bisa berbuat banyak. Berbagai upaya telah dilakukan agar debu batu bara tersebut tidak mencemari udara di lingkungan sekitar, namun upaya warga untuk menghentikan pencemaran lingkungan tersebut sia-sia.

Salah seorang warga Taufik Hidayat (33), mengaku, sejak bertahun-tahun, permasalahan tersebut belum juga usai. Padahal, para pemangku jabatan seperti Anggota DPRD dan dari lingkungan Pemerintah Kota Cimahi telah berkunjung ke lokasi pencemaran.

"Biasanya segala bentuk perijinan, pembangunan, pengeboran, batubara ada ijin dahulu ke wilayah. Tapi sejauh ini tidak ada," ujarnya, Rabu (14/3/2018).

Tidak hanya itu, warga pun mempertanyakan hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, terkait limbah batu bara yang selalu menghantui.

"Sampai sekarang kami tidak tahu bagaimana hasil dari DLH. Apakah bahaya atau tidak," ucapnya.

Menanggapi keluhan warganya, Wakil Walikota Cimahi Ngatiyana, mengatakan, pihaknya akan mempertanyakan kembali hasil uji laboratorium yang dilakukan DLH.

"Kalau debu batu bara itu membahayakan, jelas akan ada tindakan dari pemerintah," kata Ngatiyana.

Seingat dia, hasil uji laboratorium limbah batu bara tersebut sudah di publikasikan. Namun, agar diketahui lebih jelas lagi. Akan segera dikomunikasikan dengan DLH.

"Saya akan cek lagi bagaimana hasilnya," pungkasnya.