Selasa, 10 Juli 2018 16:34

Derita Dedi: Tinggal di Area Kandang Ayam Hingga tak Tersentuh Bantuan Pemerintah

Reporter : Fery Bangkit 
Dedi Sunarya (54) yang terpaksa harus ditinggal di kamar berukuran 2x3 meter di area kandang ayam dan kambing.
Dedi Sunarya (54) yang terpaksa harus ditinggal di kamar berukuran 2x3 meter di area kandang ayam dan kambing. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Potret miris kini tersaji dari Kampung Kepuh, RT 02, RW 11, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Di sana, ada Dedi Sunarya (54) yang terpaksa harus ditinggal di kamar berukuran 2x3 meter. Mirisnya kamar yang ditempatinya berada di area kandang ayam dan kambing.

Keterbatasan ekonomi menjadi penyebab utama Dedi dan satu orang putri, menantu serta cucunya tinggal di area bekas kandang ternak. Putrinya yang bernama Ai (30) menempati ruang sebelah kamar Dedi.

Kondisi Dedi perekonomian Dedi semakin mengikis sejak ia dihantam berbagai penyakit. Akibat menderita penyakit gula, kaki kirinya terpaksa harus diamputasi dua bulan lalu.

"Sudah dua bulan (tinggal di sini). Setelah dioperasi," kata Dedi sambil memperlihatkan kaki kirinya yang diamputasi.

Tak hanya itu, tangan kanannya sebelah kiri pun mati rasa akibat stroke. karena keterbatasan itu, Dedi hanya terbaring beralaskan sebuah matras tipis, dan sebuah bantal. Cahaya peneranganpun sangat kurang.

Dedi terpaksa tingal di bekas area kandang ayam tersebut lantaran dirinya sudah tak mampu lagi untuk mencari nafkah. Untuk biaya sehari-hari pun dirinya ditanggung oleh anak dan menantunya, walaupun sesekali suka ada bantuan dari warga.

Sebelum kakinya di amputasi akibat penyakit gula yang dideritanya, Dedi awalnya ngontrak di RW sebelah. Berbagai kerjaan serabutan dilakoninya untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mengurus kandang ayam dan mencari rumput untuk Pakan ternak domba.

"Sekarang mah gak bisa apa-apa, hanya bisa berbaring. Untung ada anak dan menantu. Kalau istri sudah lama cerai," ujarnya.

Dedi pun menceritakan selama dirinya berada di rumah sakit, belum pernah ada perhatian atau bantuan dari pemerintah Bandung Barat. Untuk keperluan di rumah sakit, mengandalkan patungan dari warga sekitar.

"(Bantuan) pemerintah tidak mengharapkan. Kalau ada mah terimakasih, dibantu sama anak juga sudah syukur," ujarnya.

Sementara itu anaknya Ai mengaku sudah hampir setahun tinggal menemani ayahnya. Sebelum ayahnya diamputasi, dirinya tinggal di daerah Rajamandala.

"Semenjak bapak di amputasi saja. Sebab tidak ada yang ngurus," katanya.

Layaknya seorang anak, Ai pun menginginkan agar ayahnya tinggal di tempat yang lebih layak. Namun, suaminya yang hanya bekerja sebagai tukang tahu di Jakarta mau tak mau sementara waktu menempati area bekas kandang ayam tersebut.

Selama ayahnya berada di rumah sakit, Ai mengaku belum ada bantuan atau perhatian dari pemerintah. Bantuan hanya dari RT/RW dan para tetangga saat ayahnya berada di rumah sakit.

Baca Lainnya