Utusan Khusus Presiden Bidang Pemuda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, saat berkunjung silaturahmi ke kediaman Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pemuda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, saat berkunjung silaturahmi ke kediaman Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang. [Youtube Dedi Mulyadi]
News

Dedi Mulyadi dan Raffi Ahmad Bahas Pemulihan Pasca Bencana Bandung Barat

Limawaktu.id, Bandung Barat —  Ada hal menarik yang menjadi obrolan antara Utusan Khusus Presiden Bidang Pemuda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, saat berkunjung silaturahmi ke kediaman Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, di Lembur Pakuan, Subang. Obrolanpun jadi menarik ketika keduanya berbicara soal upaya pemulihan pascabencana di wilayah Bandung Barat, Jawa Barat, yang terus menjadi perhatian berbagai pihak.

Selain bantuan awal berupa donasi dan doa yang telah disalurkan, kini mulai muncul gagasan untuk membangun kembali kawasan terdampak secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. Tak hanya soal pemulihan pasca bencana, obrolanpun membahas soal poligami.

Salah satu wacana yang berkembang adalah pengembangan kawasan terdampak menjadi permukiman dengan konsep khas daerah, yang ditata ulang dan diarahkan sebagai potensi destinasi wisata.

“Pendekatan ini diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi fisik wilayah, tetapi juga mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama,” ungkap Dedi Mulyadi, Sabtu, 28 Maret 2026.

Para pihak yang terlibat menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor serta arahan dari pihak berwenang. Inisiatif yang muncul lebih diarahkan pada ajakan dan sinergi, bukan pada pendekatan yang bersifat instruktif.

“Kita ingin melakukan yang terbaik untuk masyarakat, tentu dengan arahan dan kolaborasi bersama pihak terkait,” ujar Raffi Ahmad, dalam diskusi tersebut.

Tak hanya itu, nilai-nilai sosial dan keluarga juga menjadi bagian penting dalam percakapan yang berkembang. Terdapat penekanan pada pentingnya menjaga integritas, kesetiaan, serta keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab terhadap orang tua.

Selain membahas rencana pembangunan, percakapan juga diwarnai dengan refleksi pribadi dan doa, termasuk harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa proses pemulihan tidak hanya menyangkut aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan spiritual masyarakat.

Dengan berbagai gagasan yang muncul, diharapkan pemulihan di Bandung Barat dapat berjalan secara komprehensif  tidak hanya membangun kembali yang rusak, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi kesejahteraan masyarakat ke depan.

Baca Lainnya

Topik Populer