Selasa, 23 Oktober 2018 13:07

Debit Air Tersendat Tapi Bayar Normal, ini Kata PDAM Tirta Raharja

Reporter : Fery Bangkit 
Warga Tengah Melakukan Pengambilan Air Bersih Di PDAM Tirta Rajarja, Jln. Kolonel Masturi, Selasa (23/10/2018
Warga Tengah Melakukan Pengambilan Air Bersih Di PDAM Tirta Rajarja, Jln. Kolonel Masturi, Selasa (23/10/2018 [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Debit air PDAM Tirta Raharja yang selama ini diandalkan untuk memasok air kepada warga Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat menyusut drastis.

Debit sumber mata air mengalami penurunan drastis 75% dari kapasitas produksi awal yakni 177 liter/detik. Saat ini, produksi air rata-rata hanya 44 liter/detik. Akibatnya air PDAM kecrat kecrit untuk pelanggan Cimahi yang mencapai 15.500 Sambungan Rumah (SR).

Baca Juga : Bandung Barat Mulai Terancam Krisis Air Hingga Lahan Pertanian Mengering

Menurutnya debit air tersebut otomatis berpengaruh terhadap distribusi air kepada pelanggan. Terutama di wilayah Cimahi Selatan dan Cimahi Utara.

Yana (47) pelanggan warga Cimuncang Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara mengaku, sudah lebih dari sebulan pasokan air pam tersendat, jikapun ada air yang mengalir debitnya kecil dan tak teratur.

Baca Juga : Kemarau Panjang, Debit Air PDAM Tirta Raharja Merosot Drastis

Ia terpaksa mengangkut air dari halaman kantor PDAM Tirta Raharja menggunakan tangki air setiap hari agar kebutuhan air bersih bagi rumah tangganya terpenuhi.

"Kadang malam ngocor tapi kecil, kadang juga siang, itupun bagi kebutuhan rumah tangga masih kurang. Makanya saya ambil ke PDAM saja setiap hari gak dipungut bayaran," katanya saat ditemui disela-sela pengambilan air di PDAM Tirta Raharja, Selasa (23/10).

Menurutnya, air yang ia bawa sebanyak 100 liter dan didistribusikan kepada 10 Kepala Keluarga (KK) disekitar rumahnya. Langkah ini sedikit meringankan kebutuhan air bersih rumah tangga warga sekitar daripada mengandalkan pasokan air pam.

"Ya mau gimana lagi, memang kita harus keluar uang bensin bawa air kesini. Yang penting buat rumah tangga sehari ada," keluhnya.

Sementara itu, Manajer Senior Operasional Teknis PDAM Tirta Raharja, Nana Karmana mengatakan, pihaknya menyediakan enam titik curah air bagi warga yang ingin mengambil air. Warga hanya tinggal menunjukan rekening bukti pembayaran PDAM.

"Kami menyiapkan keran sumur secara gratis. Pelanggan membawa rekening untuk mengambil air," ujarnya.

Soal klaim pembayaran, lanjut Nanan, pihaknya mempersilahkan pelanggan mengajukan surat permohonan audit bagi warga yang tetap membayar normal namun distribusi airnya terhambat.

"Kita punya toleransi, tinggal bikin surat permohonan perihal itu biar kami bisa mengaudit, mengetahui berapa pelanggan yang tidak menerima air. Itu ada kebijakan tertentu," jelas Nana.

Baca Lainnya