Rabu, 16 Oktober 2019 11:11

Dear Ortu, Kenali Ciri-ciri Anak Kecanduan Game Lewat Ponsel

Reporter : Fery Bangkit 
Kenali Ciri-ciri Anak Kecanduan Game Lewat Ponsel Net
Kenali Ciri-ciri Anak Kecanduan Game Lewat Ponsel Net [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Sub Spesialis Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat, dr. Lina Budianti menyebutkan 11 ciri-ciri anak yang kecanduan bermain ponsel khususnya untuk pasien yang kecanduan main game. Tetapi, kreteria yang masuk pada kencanduan bermain game ada lima kreteria di antaranya tidak proporsional ketika bermain game melalui ponsel tersebut.

"Pasien yang kecanduan bermain game itu, lebih mementingkan game-nya dari pada melakukan hal positif lainnya. Kalau anak-anak kan harusnya belajar tapi itu diabaikan," ujarnya saat ditemui di di RSJ Provinsi Jawa Barat, Cisarua, kemarin. Selain itu, kata dia, anak yang kecanduan bermain game juga biasanya merasa cemas ketika tidak melakukan hal itu, seperti orang yang sudah kecanduan obat-obatan terlarang.

Sementara jika dilihat waktunya, mereka kerap bermain game pada ponsel itu 6 sampai 8 jam per hari. Sedangkan untuk orang yang tidak kecanduan, biasanya hanya melakukan hal itu sekitar dua jam saja. "Biasanya mereka bermain game berlebihan itu karena depresi karena sering di bully, tidak nyaman ketika berada pada keramaian, akhirnya dia mengalihakan ke main game agar mendapatkan rasa senang," jelasnya.

Sehingga untuk pengobatan anak yang kecanduan ponsel tersebut, lanjutnya, harus dimulai dari pengobatan depresinya terlebih dahulu, kemudian mereka diberhentikan agar tidak bermain game lagi. "Agar mereka bisa lepas dari main game itu waktunya minimal tiga bulan. Itu merupakan terapi prilakunya untuk memutus paparan main game-nya," ujar Lina.

Disinggung ketika anak mengamuk atau menangis ketika diambil paksa ponselnya saat bermain game, menurutnya hal tersebut juga menjadi pertanda bahwa anak sudah mulai kecanduan. "Jadi kalau orangtua melihat ada indikasi seperti itu, harus langsung diperiksa ke orang yang propesional bisa ke psikeater untuk dilakukan assessment," ucapnya.

Sebelumnya, pihak RSJ Provinsi Jawa Barat mencatat, hingga saat ini ada 209 pasien yang kecanduan bermain ponsel. Baik itu bermain game, browsing internet dan bermain aplikasi yang lainnya. Mereka merupakan anak remaja mulai dari usia 5 hingga 15 tahun yang harus ditangani dengan cara rawat jalan, bahkan ada juga pasien yang harus dirawat inap.

Direktur RSJ Provinsi Jawa Barat, dr Elly Marliyani, mengatakan pihaknya sudah sejak tahun 2016 menangani pasien kecanduan ponsel. Untuk pasien yang harus rawat inap, pihaknya menyediakan 16 tempat tidur untuk pasien laki-laki, sedangkan untuk pasien perempuan digabungkan dengan pasien dewasa. "Sejak tahun 2016 pemakaian tempat tidur untuk pasien anak yang kencanduan ponsel sudah lebih dari 60 persen jadi trennya memang ada kenaikan, secara keseluruhan totalnya ada 209 pasien," ungkapnya. 

Baca Lainnya