Jumat, 17 November 2017 19:48

Dear Buruh, Ini Usulan UMK Kota Cimahi Tahun 2018

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [pixabay]


Limawaktu.id, - Harapan buruh agar Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2018 naik sebesar 13,32% hampir pasti bertepuk sebelah tangan.

Pasalnya, nilai UMK tahun 2018 yang diserahkan Pemerintah Kota Cimahi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat hanya naik 8,71% atau menjadi Rp 2.678.028,43. Sedangkan UMK tahun 2017 ialah Rp 2.463.461.

Formulasi penghitungan nilai upah UMK Cimahi 2018 masih mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP)‎ Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

"Kami minta kenaikan minimal 13,32% atau sekitar Rp2,7 juta sesuai hasil kenaikan penghitungan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dari tahun lalu," ujar Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Cimahi Dadan Sudiana, Jum'at (17/11/2017).

Asep Herman, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Dinas Ketenagakerjaan Kota Cimahi menyebutkan, usulan kenaikan UMK tahun 2018 sudah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Sudah kita ajukan ke provinsi. Tinggal nunggu SK (surat keputusan) Gubernur. Tanggal 21 Nopember diumumkan," katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengupahan Kota Cimahi, Maria Fitriana menjelaskan, untuk penghitungan upah tahun 2018, pihaknya masih mengacu pada PP 78 Tahun 2015.

Diakuinya, usulan UMK kali ini masih belum mengakomodir keinginan para buruh di Kota Cimahi. Namun, pihaknya tetap sepakat formula penghitungan upah masih mengacu pada inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami sebagai pelaksana peraturan perundang-undangan sepakat sesuai PP 78. Kalau KHL masih sebagai pembanding saja," katanya. (kit)