Selasa, 15 Januari 2019 15:01

DBD Renggut Satu Korban Jiwa Diawal 2019, ini Pesan Dinkes Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Petugas Tengah Melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Rumah Warga.
Petugas Tengah Melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Rumah Warga. [istimewa]

Limawaktu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mencatat, diawal Januari 2019 ini sudah ada satu korban jiwa yang meninggali akibat Demam Berdarah Dangue (DBD), dari total 12 jiwa yang terjangkit virus tersebut.

"Sekarang sudah 12 (orang). (Korban jiwa) sudah ada laporan 1 (satu orang)," terang Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Romi Abdurakhman saat dihubungi via pesan singkat, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga : Hati-hati! Nyamuk DBD Hidup di Genangan Air

Dikatakannya, jumlah itu belum dipastikan meningkat atau tidak. Namun, mengingat curah hujan yang tinggi, kemungkinan jumlah itu akan bertambah.

Untuk data sepanjang tahun 2018, jumlah warga Kota Cimahi yang terkena gigitan nyamuk Aedes Aegypti hingga positif DBD mencapai 292 kasus. Dua orang di antaranya meninggal dunia.

Baca Juga : Curah Hujan Tinggi, Pasien DBD di RSUD Meningkat

"Kalau dirata-ratakan per bulan ada 24 kasus," ucap Romi.

Atas temuan DBD yang terus didapat, pihaknya meminta masyarakat Kota Cimahi agar lebih memperhatikan kebersihan. Salah satunya dengan tak membiarkan genangan air, sebab genangan itu menjadi salah satu tumbuhnya jentik nyamuk penyebar DBD.

Baca Juga : Pasien Membeludak, RSUD Cibabat Sediakan Ruang Rawat Khusus DBD

Selain itu, pihaknya terus turun ke daerah endemis DBD untuk melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bersama kecamatan dan kelurahan. Tujuannya, untuk memberantas jentik nyamuk penyebar DBD.

"Memberantas jentik (nyamuk) guna memutus rantai penyebaran demam berdarah," jelasnya.

Kemudian, pihaknya juga sudah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan ke setiap kelurahan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta sekolah-sekolah. Ditambah lagi dengan penyuluhan saat pelaksanaan car free day.

"Terus kita juga diseminasi informasi lewat media sosial,ada juga fogging di daerah fokus yang ada kasus," tandasnya.

Baca Lainnya