Cimahi - Daya tampung Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Cimahi saat ini tidak sesuai dengan jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD)/sederajat.
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna menyebutkan, jumlah lulusan siswa SD/MI tahun 2020 mencapai 9.204 orang. Namun daya tampung SMP Negeri maupun Swasta yang tersedia hanya 8.384 orang, yang terbagi dalam 121 rombel SMPN, 83 SMP Swasta, 58 MTS Negeri dan Swasta.
"Masih ada yang belum tertampung di SMP/MTS sekitar 820 orang. Mereka bisa melanjutkan pendidikan di pesantren, sekolah di daerah lain, atau mungkin di SMP swasta yang jumlah rombelnya ditambah," kata Ajay saat ditemui, Selasa (9/6/2020).
Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 dimulai sejak 2 hingga 15 Juni mendatang. Pendaftaran dilakukan secara daring atau online melalui www.ppdb.cimahikota.go.id.
Tahun ini sendiri Pemkot Cimahi membuka tiga SMP Negeri baru, yakni
SMPN 14 di Kelurahan Padasuka yang dapat menampung 160 siswa, yang terbagi dalam 5 rombel dibimbing 13 guru mata pelajaran.
SMPN 15 di Kelurahan Cibeber dengan daya tampung 160 siswa terbagi dalam 5 rombel berisi 32 orang dibimbing 15 guru mata pelajaran dan SMPN 16 di Kelurahan Cigugur Tengah. Namun tambahan sekolah baru itu masih belum cukup untuk menampung lulusan SD/sederajat.
Dengan masih banyaknya siswa yang tidak tertampung itu, Ajay memastikankeberadaan unit SMPN baru itu dipastikan tidak akan mengancam keberadaan sekolah swasta.
"Jadi kesimpulannya SMP swasta tidak usah khawatir karena masih banyak siswa SD yang bisa diserap menjadi siswa didik baru di SMP swasta. Kami minta Disdik terus berdiskusi dengan pengelola SMP swasta," imbuh Ajay.
Pada tahun lalu, Pemkot Cimahi sudah mendirikan SMPN yaitu SMPN 12 di Kelurahan Pasirkaliki dan SMPN 13 di Kelurahan Citeureup. Dari 15 kelurahan, terdapat 5 kelurahan yang tidak memiliki SMP negeri yaitu Kelurahan Cimahi, Kelurahan Cigugur, Padasuka, Pasirkaliki, Citeureup, dan Cibeber.
"Seperti di Cibeber kan belum ada SMPN, sehingga sekarang bisa diakses warga," ucap Ajay.