Senin, 4 Desember 2017 15:34

Dari 109 Kasus Difteri di Jabar, 13 Orang Meninggal

News Kasus Difteri di Jabar
ilustrasi
ilustrasi [net]

Limawaktu.id, - Berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan Kota Cimahi per November 2017, kasus terinfeksi difteri di Jawa Barat mencapai 109 kasus. 13 di antaranya meninggal dunia.

Kasus difteri tersebut menyebar di 17 kabupaten/kota di Jawa Barat. Sementara di Kota Cimahi, hingga kini belum ditemukan kasus tersebut.

"Allhamdulilah di Cimahi saat ini belum ada. Semoga tidak ada kasus difteri," kata dr. Ars Agustiningsih, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Cimahi, saat ditemui di Perkantoran Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Senin (4/12/2017).

Difteri merupakan infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

"Ciri khasnya kaya ada selaput putih di tenggorokan. Biasanya kelihatan kalau diperiksa dokter. Selain itu juga biasanya batuk pilek dan nyeri tenggorokan," jelas Ars.

Untuk memastikan penyebaran difteri di Cimahi, pihaknya akan mendata ke seluruh rumah sakit yang ada di Kota Cimahi.

"Sebagai kewaspadaan dini, temen-temen sekarang mau melacak ke rumah sakit yang ada di Cimahi. Harapan kami sih tidak ada kasus difteri di Cimahi," tuturnya. (kit)