Limawaktu.id - Memasuki musim kemarau, keberadaan tanaman eceng gondok di Sungai Citarum kilometer 77, Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat semakin banyak. Ditambah dengan banyaknya sampah yang berada di aliran sungai tersebut.
Berdasarkan pantauan, eceng gondok tersebut berada di beberapa titik. Tepatnya banyak berada di sudut sungai Citarum. Setengah bagian aliran sungai tertutup eceng gondok, akibatnya aktivitas perahu di sekitar tersebut kesulitan untuk bergerak.
Pegiat lingkungan Bening Saguling Fondation, Indra Darmawan (47) mengungkapkan, dampak negatif dari adanya eceng gondok yaitu menyerap air dan akarnya sehingga membuat dangkal sungai, yang kemudian menciptakan sedimentasi.
"Sekarang airnya lagi surut, kalau airnya penuh maka sinar matahari tertutup dan ikan akan mati. Tapi dampak baiknya, menyerap racun. Air dari hilir bisa tersaring," ujarnya, Jumat (28/6/2019).
Meski membuat dangkal, keberadaan eceng gondok itu tidak boleh sampai punah, tapi harus dikendalikan. Salah satu pengendalian yang dilakukan oleh pihaknya dengan melakukan pemberdayaan.
Saat ini, di yayasan tersebut, para siswa yang belajar di taman kanak-kanak dan sekolah alam tingkat SMP didorong untuk berkreativitas dengan memanfaatkan eceng gondok. Salah satunya dengan membuat tas dari eceng gondok.
Tidak hanya itu, pihaknya memiliki saung bambu yang salah satu bahannya menggunakan eceng gondok. Lembaga pemberdayaan yang diinisiasinya sejak 2014 bersama dua rekannya ini terus melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Dengan luas area setengah hektar, ia mengungkapkan membuat sekolah alam tingkat TK dan SMP. Termasuk memanfaatkan eceng gondok sebagai media menanam.
Ia mengungkapkan, sejauh ini belum ada pihak yang melirik atau memperhatikan para pegiat dan masyarakat yang mengolah eceng gondok. Padahal, sejauh ini kreativitas masyarakat dalam mengolah eceng gondok berkontribusi secara ekonomi dan lingkungan di Sungai Citarum.
"Sejauh ini eceng gondok yang ada dibersihkan saja dari sungai dan dibuang. Padahal bisa diberdayakan dan diproses," tandasnya.