Sabtu, 20 Oktober 2018 14:30

Dalam Penentuan Upah 2019, Nilai KHL Tersisih oleh Inflasi Pusat

Reporter : Fery Bangkit 
Buruh PT Matahari Sentosa Jaya Saat Menggelar Aksi Tuntutan Tunggakan Gaji Oleh Pihak Perusahaan.
Buruh PT Matahari Sentosa Jaya Saat Menggelar Aksi Tuntutan Tunggakan Gaji Oleh Pihak Perusahaan. [Fery Bangkit/limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Kota Cimahi tak lagi menjadi acuan dalam penetapan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2019.

Sebab, dalam penentuan upah yang berlaku Januari 2019 itu, Pemerintah Kota Cimahi mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, dimana formula penghitungan upahnya masih mengacu pada pertumbuhan ekonomi nasional dan inflasi nasional sesuai surat edaran dari Kemenaker RI.

Baca Juga : Asik!Upah Buruh 2019 di Cimahi Naik Rp 200 Ribu 

"KHL tidak dijadikan acuan. Sudah ada rumus penghitungan upah sesuai inflansi," kata Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek pada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi, Asep Herman saat dihubungi via sambungan telepon, Sabtu (20/10/2018).

Berdasarkan data inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional yang dirilis Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) RI, inflasi nasional per Oktober sebesar 2,88%, sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,15%.

Baca Juga : Catat!Pabrik di Cimahi Harus Bayar Upah Rp 2,8 Juta Mulai Januari 2019

Jadi, upah bagi sekitar 80 ribu lebih buruh di Kota Cimahi tahun 2019 hampir dipastikan mengalami kenaikan sebesar 8,03% atau sekitar Rp200.000.

Meski tak dijadikan acuan lagi, Asep mengklaim pihaknya tetap melakukan survei KHL. Bahkan, penetapan pleno KHL akan dilaksanakan pekan depan.

"Survey mah dilaksanakan tapi nilainya di bawah upah minimum provinsi. Hasil survei makin kecil," ujar Asep.

Namun, untuk nilai KHL-nya beluk diketahui. Jika berkaca pada tahun sebelumnya, nilai KHL selalu mengalami kenaikan. Tahun 2016 sebesar Rp 2,1 juta, kemudian tahun 2017 naik 13% menjadi Rp 2,3 juta.

Dalam penentuan kHL, ada sekitar 60 komponen yang disurvey harganya. Di antaranya kebutuhan sembako, sandang, pangan, papan, transportasi, rekreasi dan sewa kamar. 

Baca Lainnya