Kamis, 21 Januari 2021 15:54

Daging Sapi Bergejolak, Pedagang di Cimahi Bisa Mogok Mendadak

Reporter : Fery Bangkit 
 salah seorang pedagang sapi di Pasar Atas Baru
salah seorang pedagang sapi di Pasar Atas Baru [limawaktu.id]

Limawaktu.id - Daging sapi di Kota Cimahi mulai bergejolak. Harganya kini yang cukup tinggi membuat pedagang mengeluh, hingga mengancam bakal mogok berjualan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang tidak bisa menstabilkan harga.

Berdasarkan pantauan di Pasar Atas Baru">Pasar Atas Baru (PAB) Jalan Kolonel Masturi Kota Cimahi, Kamis (21/1/2021), masih beraktivitas seperti biasanya. Harga jual terhadap konsumennya memang belum ada peningkatan, tapi modal pedagang sudah naik.

Ginanjar (42), salah seorang pedagang sapi di Pasar Atas Baru mengaku menghadapi pilihan yang dilematis, karena harga daging dari Rumah Potong Hewan (RPH) naik, namun tidak dapat menaikkan harga jual ke konsumen.

"Harga jual masih Rp 110.000/kg, tapi beli dari RPH sudah naik. Sekarang harga masih tetap, enggak tahu kalau besok," tutur Ginanjar.

Menurut dia, kebanyakan pembeli merupakan langganan sehingga kenaikan harga adalah pilihan tersulit dan akan memberatkan konsumen. "Kasihan karena kebanyakan langganan. Selain itu, konsumen enggak mau harga mahal sehingga mengurangi pembelian," katanya.

Dia mengaku, muncul ajakan untuk melakukan aksi mogok berjualan sebagai protes atas kenaikan harga daging sapi mulai Kamis (22/1/2021). "Kalau diajak berhenti jualan dulu. ya kayanya ngikut saja," ucapnya.

Dia berharap pemerintah bisa mencarikan solusi konkret atas permasalahan ini, yang tujuannya untuk  mengendalikan harga daging sapi di pasaran. "Mudah-mudahan harga bisa stabil enggak jadi naik," ujarnya.

Hal serupa diungkapkan pedagang daging sapi, Asep (48). Dia mengaku kurang tahu penyebab harga daging sapi yang naik. "Soal penyebabnya kurang tahu, karena kita hanya pedagang eceran. Memang harga naik, jadi modal besar namun penjualan sedikit," ujarnya.

Malah, dia mengaku sejak pandemi covid-19 tingkat pembelian daging sapi terus menurun. "Kalau dulu biasa stok sampai kuintal, sekarang paling 30-40 kg dan itupun hanya ramai pada hari-hari tertentu. Menurunnya ya sejak covid," jelasnya.

Terpisah, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Cimindi, Asep Rohendi mengatakan, di kalangan pedagang Pasar Cimindi belum ada informasi adanya rencana mogok berdagang untuk pedagang sapi.

"Kalau di Pasar Cimindi belum ada informasi," ujarnya.

Namun, gejolak kenaikan harga dari pemotong memang sudah dikeluhkan pedagang. Bukan hanya ini, ketersediaan daging sapinya juga sejak awal tahun 2021 mulai berkurang.

"Pasokan mulai berkurang, stok juga mulai menipis. Sudah 2 mingguan," ujarnya.

Baca Lainnya