Kamis, 28 Desember 2017 14:50

Curhat Petani Cimahi: Harga Pupuk Mahal, Petani Gigit Jari

Reporter : Fery Bangkit 
Petani sedang menerima kartu tani di Aula Gedung B Pemkot Cimahi Jln Rd. Demang Hardjakusumah.
Petani sedang menerima kartu tani di Aula Gedung B Pemkot Cimahi Jln Rd. Demang Hardjakusumah. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Para petani di Kota Cimahi mengeluhkan harga pupuk yang cenderung naik dalam beberapa bulan terakhir ini.

"Pupuk mah gak langka, cuma mahal. Pupuk MSG tadinya Rp 2-3 ribu, sekarang Rp 5 ribu per kilogram," terang Rizal Kusnandar (43) salah seorang petani asal Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi saat ditemui dalam acara penerimaan Kartu Tani di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah, Kamis (27/12/2017).

Menurutnya, jika membeli sekarung langsung, harga pupuk memang seperti murah. Tapi, mayoritas petani di Cimahi membeli pupuk eceran.

Dikatakannya, naiknya harga pupuk tidak sesuai dengan harga daya beli petani yang kurang. Akibatnya, petani terpaksa harus menerapkan sistem 'ijon'.

"Jadi, modalnya dari bandar, pas panen dibeli sama bandar, mau harga murah mau mahal," tutur Rizal.

Dengan sistem seperti itu, para petani, khususnya petani kecil hanya bisa gigit jari, karena harga tanam terkadang tidak sesuai dengan harga beli.

Ia melanjutkan, dengan diterbitkannya Kartu Tani ini, dapat mengurangi beban petani dalam pengadaan pupuk.

"Udah tau sebelumnya, akan diberikan pupuk bersubsidi," katanya.

Di Kota Cimahi, tercatat ada 567 petani dan penggarap yang menerima Kartu Tani. Kartu tersebut merupakan akses untuk membeli pupuk bersubsidi.

Di Kota Cimahi, ada dua agen resmi untuk membeli pupuk bersubsidi. Yakni di Pasar Atas dan Jalan Kolonel Masturi. (kit)