Selasa, 15 Januari 2019 10:35

Curah Hujan Tinggi, Pasien DBD di RSUD Meningkat

Reporter : Fery Bangkit 
Pasien Demam Berdarah Dangue (DBD) yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Kota Cimahi
Pasien Demam Berdarah Dangue (DBD) yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Kota Cimahi [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Pasien Demam Berdarah Dangue (DBD) yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Kota Cimahi terus meningkat dalam sebulan terakhir.

Hingga Selasa (15/1/2019), jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit yang berlokasi di Jalan Amir Mahmud itu mencapai 52 jiwa. Rinciannya dari Kota Cimahi 19 pasien, Kabupaten Bandung Barat 21 pasien, Kota Bandung 5 pasien dan Kabupaten Bandung 5 pasien.

Baca Juga : Jumlah Kasus DBD di Cimahi Capai 216, Dua di Antaranya Meninggal

"Hari ini yang dirawat 52 orang. Trennya mulai meningkat lagi, Desember mulai ada peningkatan," terang Reri Maria, Wakil Direktur pelayanan RSUD Cibabat saat ditemui di ruangannya, Selasa (15/1/2019).

Sedangkan sepanjang tahun 2018, RSUD Cibabat mencapai 362 pasien DBD. Rinciannya, 181 dari Kota Cimahi, 135 dari Kabupaten Bandung Barat, 31 dari Kota Bandung serta dari Kabupaten Bandung 15 orang. 

Baca Juga : Hati-hati! Nyamuk DBD Hidup di Genangan Air

Dikatakannya, hampir semua ruang pelayanan sudah dipenuhi oleh pasien. Termasuk pasien DBD. Namun, dirinya memastikan bahwa semua pasien DBD bakal ditangani hingga sembuh kembali.

"Hampir setiap hari (ruangan) full. Kita harapkan tidak peningkatan lagi," ujar Reri.

Dikatakan Reri, peningkatan kasus DBD dikarenakan curah hujan yang tinggi. Selain itu, faktor utama yang memperngaruhi ialah karena kurang menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga kondisi tubuh.

"Kalau gejala awalnya sih umum, disertai panas badan 5-7 hari. Tubuhnya lemas, kurang nafsu makan, mual hingga muntah," jelasnya.

 

Baca Lainnya