Selasa, 11 Juni 2019 19:11

Cuaca Panas Bikin Petani Lembang Khawatir

Reporter : Fery Bangkit 
Petani tanaman lettuce Lembang.
Petani tanaman lettuce Lembang. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Para petani di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai khawatir seiring pergantian musim. Sebab pergantian musim panas menjadi bakal menjadi permasalahan bagi tanaman.

Yayan (42), salah seorang petani asal Lembang menuturkan, musim kemarau akan sangat berdampak pada sektor pertanian, khususnya tanaman lettuce yang membutuhkan banyak penyiraman. Selain menghambat pertumbuhan, kurangnya penyiraman bisa menyebabkan munculnya hama tanaman.

Baca Juga : Musim Kemarau Petani di Lembang Malah Untung, ko bisa?

"Kalau musim hujan paling hanya sekali penyiraman, tapi di musim kemarau bisa tiga kali soalnya tanaman cepat kering karena terkena sinar matahari langsung," katanya, Selasa (11/6/2019).

Yayan mengatakan, musim kemarau adalah masa yang cukup sulit bagi petani karena kebutuhan pengairan meningkat tiga kali lipat dibanding musim hujan.

Kalaupun ada sungai yang memiliki mata air, menurut dia, volume debit air tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat untuk menanam bermacam jenis pertanian. Untuk menyiasati keterbatasan air, Yayan bersama petani lainnya harus mengeluarkan biaya ekstra dengan menyewa pompa air.

"Soalnya, jarak sumber air dengan lahan pertanian cukup jauh. Kalau diambil secara manual akan menyita waktu dan tenaga," jelasnya.

Dijelaskan Yayan, sejak sebulan lalu para petani sudah menanam sayuran lettuce dan dua minggu ke depan siap dipanen. Namun, jika hama menyerang maka dipastikan tanaman akan rusak sehingga berdampak terhadap harga jual di pasaran.

Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan, saat ini musim kemarau hampir merata terjadi di seluruh daerah di Jawa Barat.

"Secara umum, kondisi cuaca setiap hari di wilayah Bandung dan sekitarnya hingga sepekan ke depan adalah cerah hingga cerah berawan," ungkap Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya.

Meski demikian, lanjut dia, potensi turun hujan yang disertai petir dan angin kencang diprediksi tetap bisa terjadi pada sore hari di sebagian wilayah Bogor, Sukabumi, Bandung, dan Cianjur.

Untuk suhu udara di wilayah Bandung Raya rata-rata maksimum 30,4 derajat Celcius dan minimum 18,2 derajat Celcius.

Sedangkan puncak musim kemarau tahun ini akan terjadi pada bulan Agustus hingga September. Tony mengimbau masyarakat waspada terhadap dampak musim kemarau. Terlebih di daerah yang rentan mengalami kekeringan, kebakaran lahan dan hutan.

"Masyarakat juga diminta waspada akan adanya krisis ketersediaan air bersih," tandasnya.

Baca Lainnya