Selasa, 10 Juli 2018 16:48

Cipageran dan Pasirkaliki Rentan Kriminal, ini Penjelasan Kapolsek Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Kapolsek Cimahi, Kompol Indarto.
Kapolsek Cimahi, Kompol Indarto. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Wilayah Cipageran dan Pasirkaliki dinilai merupakan wilayah rentan aksi kriminalitas di wilayah hukum Polsek cimahi.

Dua wilayah tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus karena berbatasan langsung dengan Kota Bandung.

Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Cimahi, Kompol Indarto saat ditemui di Mapolsek Cimahi, Jalan Encep Kartawiria, Selasa (10/7/2018).

"Rawannya itu karena ada akses langsung yang bisa memudahkan para pelaku tindak kriminal untuk melarikan diri," tutur Indarto.

Indarto membeberkan, cakupan wilayah pengamanan Mapolsek Cimahi sendiri sangat luas, yakni membawahi 10 kelurahan di dua kecamatan di Kota Cimahi, dengan jumlah RW lebih dari 200 RW.

Polsek Cimahi sendiri memiliki 71 personel untuk mengamankan semua wilayah tersebut. Indarto mencontohkan tim serse Polsek Cimahi hanya terdiri dari dua orang, yang idealnya terdiri dari empat sampai lima orang.

"Memang masih sangat kurang, idealnya untuk Polsek Cimahi ini ada lebih dari 100 personel. Tapi kekurangan SDM bukan berarti menurunkan kualitas kerja kami sebagai pelayan dan pengaman," katanya.

Selain wilayah perbatasan seperti Cipageran dan Pasir Kaliki yang perlu mendapatkan perhatian khusus, titik keramaian yang terpusat di Cimahi Tengah tentunya menjadi prioritas pengamanan.

Untuk itulah pihaknya menerjunkan anggota kepolisian seperti bhabinkamtibmas untuk melakulan pengamanan di Alun-alun dan pusat perbelanjaan lainnya. Sebab titik keramaian seperti Alun-alun Cimahi sangat rawan terjadi tindakan kejahatan jalanan.

"Pola waktu, pola tempat, dan pola sasaran pengamanan sudah jelas, jadi anggota kami sudah paham pola pengamannya seperti apa. Untuk Alun-alun atau pusat keramaian lainnya, kerawanan bisa mengarah pada kejahatan jalanan, itu sangat berpotensi," jelasnya.

Baca Lainnya