Minggu, 10 Desember 2017 15:52

Cimahi Selatan Rawan Penyakit TB

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi
Ilustrasi [pixabay]

Limawaktu.id, - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi menyatakan, wilayah kumuh dan padat penduduk di Kota Cimahi sangat rawan terjangkit penyakit Tuberkulosis (TB).

Hingga September 2017, kasus TB di Kota Cimahi 1.207 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2L) Dinkes Kota Cimahi dr. Ars Agustiningsih menjelaskan, pemukiman padat biasanya udaranya cukup lembab. Apalagi, rumah-rumahnya tidak memiliki pentilasi.

“Kalau gak ada matahari, rumahnya lembab, gelap, tidak ada pertukaran udara, kumannya akan tumbuh subur,” terangnya via pesan singkat, Minggu (10/12/2017).

Dikatakannya, kuman-kuman tersebut otomatis akan langsung bersentuhan dengan manusia. Imbasnya, risiko penularan penyakit TB pun semakin tinggi.

Penularan TB pun cukup mudah. Yaitu melalui saluran pernafasan, batuk, bersin serta percikan air dari mulut yang terkena penyakit TB.

“Risiko penularannya lebih besar. Makannya se-rumah itu harus diperiksa juga apakah tertular atau tidak,” ujar Ars.
Sejauh ini, lanjut Ars, berdasarkan kasusnya, wilayah yang paling rentan terkena penyakit TB ialah di wilayah Utama, Cimahi Selatan.

“Setiap kelurahnnya ada sih kampung TB-nya. Yang banyak di Utama,” katanya.

Untuk pencegahannya, jelas Ars, khusus anak harus dilakukan imunisasi paling telat usia sebulan. Selain itu, tentunya harus mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi.

“Kalau ada batuk lebih dua minggu, harus periksa dahak apakah dia terkena atau tidak,” tandasnya. (kit)*

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Hadduuuuh

10 Desember 2017 11:33 Balas