Jumat, 5 April 2019 18:12

Cimahi Minim RTH, Bisanya Pemkot itu Nanam Pohon, ini Sebabnya! 

Reporter : Fery Bangkit 
Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana Saat menyiram bibit pohon untuk meminimalisir potensi bencana.
Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana Saat menyiram bibit pohon untuk meminimalisir potensi bencana. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Hingga 2018, tercatat persentasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Cimahi hanya 11,15 persen, dari luas wilayah 40,25 kilometer persegi. Jumlah itu terbilang minim dan jauh dari ketentuan.

Sebab lahan Cimahi terbatas karena sudah dipenuhi pemukiman, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi hanya mengandalkan penanaman pohon. Sepanjang tahun 2018, tercatat ada 10 ribu pohon yang ditanam.

Baca Juga : RTH di Cimahi Jauh dari Ketentuan, ke Depan Bakal Bertambah atau Malah Semakin Minim?

"Sampai saat ini, yang terdata itu sekitar 10 ribu bibit pohon, sebagai upaya konservasi kondisi lingkungan. Banjir dan longsor itu sangat berpotensi terjadi, dengan RTH jadi air hujan bisa diserap dan meminimalisir potensi bencana," ungkap Kepala Bidang Tata Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Diah Ajuni Lukitosari, Jumat (5/4/2019).

Beberapa lokasi yang jadi prioritas penanaman pohon diantaranya Cimenteng, Cireundeu, Jalan Raya Barat, Jalan Aruman, Baros, dan kawasan industri.

"Kita manfaatkan yang ada. Pohon yang kita tanam juga jenis tanaman keras, bukan hias. Karena tupoksinya ya konservasi," ujarnya.

Perihal kondisi pohon yang sudah tertanam, lanjut Diah, memang sudah ada sebagian yang terlihat tua sehingga dikhawatirkan roboh jika ada angin kencang dan sebagainya. Untuk meminimalisir hal itu, DLH Kota Cimahi melakukan pendataan, perawatan, dan pengecekan oleh ahli mengenai kondisinya hingga langkah apa yang harus diambil terkait keberadaan pohon yang dianggap membahayakan. 

"Kita libatkan ahli untuk cek kondisi pohon apakah sehat atau keropos, kena penyakit atau tidak. Bisa saja ditebang kalau tidak memungkinkan tumbuh lagi. Tapi selama masih bagus, paling hanya topping saja," jelasnya.

Sedangkan jika ada permohonan penebangan pohon, lantas tak langsung disetujui. Sebab, proses itu harus melalui tahapan pengecekan atau assesment terlebih dahulu. 

"Tapi kita tidak begitu saja penuhi, harus kita survey dulu. Kalau kepentingannya urgen, baru jadi pertimbangan untuk ditebang, itu pun ada penggantian dengan bibit pohon baru," tandasnya.

Baca Lainnya