Kamis, 12 Oktober 2017 11:59

Cerita Warga Saat Benteng Pabrik di Cimahi Jebol

Reporter : Fery Bangkit 
Benteng Pabrik PT. CGN  Cimahi yang roboh akibat tak kuat menahan air karena hujan lebat pada Rabu (11/10/2017) sore
Benteng Pabrik PT. CGN Cimahi yang roboh akibat tak kuat menahan air karena hujan lebat pada Rabu (11/10/2017) sore [Foto: Fey]

Limawaktu.id, - Warga Kp. Cibodas Campaka dan Mancong, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, meminta PT. Central Georgette Nusantara (CGN) segera memperbaiki benteng yang jebol sepanjang 18 meter.

Benteng yang terletak di Kp. Cibodas Campaka, RT 1/RW 14, Kelurahan Utama jebol dikarenakan tak kuat menahan air, saat hujan turun pada Rabu (11/10), sekitar pukul 16.00 WIB. Setidaknya, ada sekitar 30 rumah terdampak banjir setinggi 1 meter di RT 2 dan 5 RW 14, Kelurahan Utama.

“Penyebabnya itu benteng CGN roboh dan saluran air kecil. Saya minta benteng CGN segera diperbaiki,” ujar Nana (57), salah seorang warga RW 14, saat ditemui di lokasi, Kamis (12/10/2017).

Diceritakannya, saat hujan turun sekitar pukul 15.00 WIB kemarin cukup deras. Kemudian, benteng pabrik PT CGN jebol, dan air langsung menggenangi pemukiman warga. “Air langsung masuk rumah, sekitar 1 meter. Iya yang di rumah langsung pada keluar, cari tempat aman,” tutur Nana.

Sementara itu, barang-barang di rumahnya hampir semuanya basah. “Saya lemari aja sampe diikat takut kebawa arus, kulkas juga saya naikin,” katanya.

Pemukiman warga Kampung Cibodas Cempaka, Kel. Utama, Kec. Cimahi Selatan, yang terdampak banjir.

Banjir di sekitar rumahnya, lanjut dia, memang jadi langganan setiap tahunnya. Tapi, kalau benteng pabirik tidak jebol, banjir tidak akan separah ini. Selain itu, warga juga pernah meminta kepada pemerintah agar segera memperlebar saluran air di sekitar pemukiman. “Lurah pernah ke sini, katanya mau diperbaiki tapi belum terwujud,” ucapnya.

Sementara itu, Sumarsono (72), salah seoraang warga Kp. Cibodas Campaka, RT 1/14 Kelurahan Utama menuturkan, kalau benteng tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan banjir yang lebih besar akan terjadi. “Kalau hujan besar lagi kan khawatir. Harus ada perbaikan pondasi pabrik,” tuturnya.

Selain di RT 02 dan 05 RW14, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, banjir juga terjadi di RT 01 dan 02 RW 02 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Ada 53 kepala keluarga (KK) dan 20 balita dengan ketinggian 30 cm sampai dengan 1 meter.

"Penyebabnya tanggul jebol, luapan air, dan kirmir jebol," ujar Kepala BPBD Kota Cimahi, Dani Bastiani.  (kit)*