Jumat, 17 Agustus 2018 15:45

Cerita Upacara HUT RI ke-73 di Kota Cimahi:Tiga Pingsan Hingga Permintaan Menyentuh Veteran Perang

Reporter : Fery Bangkit 
Salah satu perserta upacara yang pingsan dan di evakuasi menggunakan tandu ke dalam tenda oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cimahi.
Salah satu perserta upacara yang pingsan dan di evakuasi menggunakan tandu ke dalam tenda oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-73 di Kota Cimahi berlangsung di Lapangan Rajawali, Jalan Gatot Subroto, Jum'at (17/8/2018).

Upacara untuk mengenang merdekanya Indonesia pada 17 Agustus 1945 itu dimulai pukul 08.00 WIB dengan menyanyikan lagu kebangsaan 'Indonesia Raya'.

Terlihat hadir ratusan tamu undangan, dari mulai Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna serta jajaran dari Pemerintah Kota Cimahi, Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara serta jajaran Polres Cimahi, Dandim 0609/Kab Bandung Letkol Arh Andre Wira serta jajaran Kodim 0609/Kab Bandung.

Ajay Muhammad Priatna didaulat menjadi pembina upacara, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara bertugas membacakan naskah teks Pancasila, sementara Letkol Arh Andre Wira membacakan naskah Undang-undang 1945.

Ditengah berjalannya upacara spesial ini, ternyata ada peristiwa yang terjadi. Tiga orang terlihat pingsan. Satu per satu kemudian evakuasi menggunakan tandu ke dalam tenda oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cimahi.

Tiga peserta yang pingsan adalah Anggota Satpol PP Kota Cimahi, Anggota TNI dan seorang pelajar yang merupakan anggota pramuka Kota Cimahi. Ketiganya langsung diberikan pertolongan pertama dengan air putih, kemudian diberikan obat-obatan.

"Mereka belum sarapan, ditambah cuaca panas saat upacara. Jadi mereka mengalami pusing," tutur salah seorang Anggota PMI.

Meski ada insiden peserta upacara yang pingsan, pelaksanaan upacara HUT RI ke-73 tetap berjalan khidmat dan lancar.

Menengok ke dalam tenda khusus para tamu undangan, ternyata ada deretan veteran perang. Mereka adalah para pelaku sejarah dan pejuang merdekanya negeri ini.

Abdul Munir adalah satu di antaran veteran perang asal Kota Cimahi yang hadir dalam ucapara itu. Meski sudah berusia 94 tahun, ia tetap semangat mengikuti jalannya Upacara Bendera.

Dalam kesempatan itu, Abdul mewakili veteran perang lainnya meminta Pemerintah Kota Cimahi diminta untuk lebih memperhatikan para Veteran perang Kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya, yang tinggal di Kota Cimahi

"Sejauh ini perhatian dari pemerintah daerah memang ada, buktinya kita diundang setiap perayaan Kemerdekaan seperti ini, tapi harus perhatikan juga veteran yang tidak bisa hidup layak," ujarnya.

Menurutnya, hingga saat ini masih ada para pejuang kemerdekaan yang belum mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga harus menjalani kehidupan dengan segala keterbatasan.

"Setahu saya pasti selalu ada para pejuang yang belum terperhatikan dan itu tugas pemerintah untuk memperhatikannya," katanya.

Sementara bagi Abdul, hingga saat ini tunjungan pensiunan yang diberikan pemerintah dinilai sudah cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

"Saya dapat tunjangan sekitar Rp 2,5 juta alhamdulillah cukup kalau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, syukuri saja," katanya.

Wali Kota Cimahi, Ajay M Pritana mengklaim pemerintah Kota Cimahi, memang selalu memperhatikan para veteran yang ada di Kota Cimahi, khususnya untuk para veteran yang memang sudah memiliki surat keterangan (SK).

"Kita sering bersilaturahmi juga, tujuannya agar pemerintah bisa mengetahui kondisi kehidupan para veteran kemerdekaan," katanya.

Disinggung terkait belum adanya veteran atau para pejuang yang belum terperhatikan pemerintah, ajay mengatakan, pihaknya untuk kedepan akan lebih memperhatikannya.

"Alhamdulillah sejauh ini perhatian pemerintah sudah cukup baik dan untuk kedepan akan kita lebih perhatikan lagi," tandasnya.

Baca Lainnya