Sabtu, 3 Februari 2018 15:21

Cerita Ayah Sebelum Anaknya Meninggal Karena Difteri

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi
Ilustrasi [Pixabay]

Limawaktu.id - Virus difteri merenggut nyawa anak bernama Muhammad Dicki (5), asal Kampung Babakan Kidul, RT 04/04, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi.

Anak kedua dari pasangan Dadang Suherman (37) dan Yeni Sadiah (34) itu dinyatakan meninggal oleh pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) pada Kamis (1/2/2018) sekitar pukul 17.45 WIB.

Dadang Suherman, Ayah penderita menuturkan, anak keduanya memang sebelumnya kerap mengalami demam. Tapi selalu bisa ditangani oleh dokter di klinik.

"Sering panas, terus dibawa ke poliklinik, tapi gak apa-apa," saat ditemui di kediaman Neneknya Dicki, di RT 07/04 Kel. Cigugur Tengah, Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Sabtu (3/2/2018).

Selama ini, Dicki diasuh oleh Neneknya. Pasalnya, kedua orang tuanya sehari-hari sibuk bekerja.

Dikatakan Dadang, sebelum dinyatakan mengidap difteri, anaknya mengalami demam hingga mencapai 39 derajat celcius. Kemudian ia membawanya ke klinik.

"Gak mau makan 4 (empat) hari. Muntah, sakit tenggorokan," ujarnya.

Selang dua hari, atau Senin (29/1), pasien masih mengalami demam dan terdapat gondongan dibagian lehernya. Lalu, pasien dibawa kembali ke klinik yang sama.

Dari pihak dokter klinik, terang Dadang, anaknya seperti terindikasi penyakit difteri. Untuk itu, akhirnya pasien dirujuk ke Rumah Sakit Kasih Bunda. Keterangan sama juga didapat dari rumah sakit yang terletak di Jalan Mahar Martanegara itu.

Akhirnya, Dicki dirujuk ke RSUD Cibabat. "Dicek darah 6 jam di Cibabat, langsung dibawa ke RSHS. Awalnya gak tau difteri," tutur Dadang.

Berdasarkan pembahasan Tim Komite Ahli RSHS, penderita atau pasien membutuhkan segera ADS 80.000 iu. ADS itu diberikan pada Selasa (30/1). Dihari yang sama, penderita menjalani operasi pemasangan drain di bagian leher kanan dan kiri.

"Sempet dioperasi di bagian leher untuk bernafas. Dikasih obat juga," ucapnya.

Ditegaskannya, sebelum meninggal, ia dan istrinya selalu melakuka imunisasi berkala terhadap Dicki. "Imunisasi lengkap," katanya.

Salman Sopian, Ketua RT 07 RW 04 menuturkan, di wilayahnya belum sda riwayat penderita difteri. Ia juga heran dari mana asal menularnya penyakit luar biasa itu.