Senin, 26 April 2021 11:43

Cegah Pemudik, Pemkot Bandung Berlakukan Penyekatan di 7 Titik Ini

Reporter : Lizikri Damar Tanjung Novela Andelin
Gerbang Tol Pasteur merupakan satu dari ketujuh titik penyekatan yang akan diberlakukan di Kota Bandung.
Gerbang Tol Pasteur merupakan satu dari ketujuh titik penyekatan yang akan diberlakukan di Kota Bandung. [Dok. Jasa Marga]

Limawaktu.id – Dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dari satu daerah ke daerah lain, pemerintah pusat memutuskan untuk melakukan pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN). Tradisi mudik ditiadakan pada H-14 lebaran atau 22 April-5 Mei 2021, dan H+7 lebaran pada 18 Mei-24 Mei 2021.

Keputusan ini kemudian diikuti oleh jajaran pemerintah daerah di berbagai wilayah, salah satunya adalah Kota Bandung. Dilansir dari CNNIndonesia.com, Pemerintah Kota Bandung akan memberlakukan penyekatan untuk mencegah mobilitas pemudik dari luar wilayah aglomerasi Bandung Raya.

“Penyekatan para pemudik bakal efektif mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Pihak Dishub bersama kepolisian sedang menyiapkan skema teknis penyekatan itu,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Ricky Gustiadi, Minggu (25/4/2021)

Ricky menambahkan, teknis penyekatan akan dijelaskan pihak kepolisian. Mereka akan menandai kendaraan mana yang berasal dari Bandung Raya dan mana yang bukan. Ketujuh titik penyekatan itu berada di (GT) Pasteur, GT Buahbatu, GT Kopo, GT Mochamad Toha, GT Pasirkoja, dan perbatasan di wilayah Cibiru dan Ledeng.

"Titik-titiknya ada di ring tiga (perbatasan Kota Bandung)," ujarnya.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, terminal, stasiun, dan bandara akan ditutup sementara pada peniadaan mudik 6-17 Mei 2021. Hal itu merupakan hasil koordinasi antara Dishub dengan Polrestabes Kota Bandung.

"Teknis di lapangannya, kalau untuk kendaraan umum bahwa memang semua terminal, stasiun, dan bandara ditutup sementara karena itu kebijakan dari pusat dan sudah diterapkan," ujarnya.

Meskipun demikian Oded menambahkan, pihaknya masih memperbolehkan untuk perjalanan wilayah aglomerasi Bandung Raya atau yang mendapat pengecualian dari pemerintah pusat terkait larangan Mudik Lebaran 2021.

Di sisi lain, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan jika ada yang lolos atau sudah melakukan mudik lebih awal, yang bersangkutan harus lapor 1x24 jam. Jika mereka datang dari zona merah idealnya perlu dikarantina.

“Kalau gejala ringan, OTG bisa ditangani di lokasi. Tapi kalau gejalanya mengkhawatirkan pasti itu masuk ke faskes, artinya disana ada koordinasi antara satgas di wilayah kelurahan,” katanya, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Ema berpesan agar masyarakat benar-benar melaksanakan 5M, antara lain mengenakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas dan interaksi.

 

Baca Lainnya