Selasa, 16 April 2019 11:22

Cegah Laka, Sopir Angkot di Cimahi Dites Kesehatan

Reporter : Fery Bangkit 
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi menggelar pemeriksaan kesehatan terhadap para sopir angkutan umum (angkot) di Terminal Pasar Antri, Selasa (16/4/2019).
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi menggelar pemeriksaan kesehatan terhadap para sopir angkutan umum (angkot) di Terminal Pasar Antri, Selasa (16/4/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi menggelar pemeriksaan kesehatan terhadap para sopir angkutan umum (angkot) di Terminal Pasar Antri, Selasa (16/4/2019).

Dalam pengecekan sopir angkot ini, Dishub Kota Cimahi turut melibatkan Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Selain para sopir, masyarakat yang tengah berbelanja pun memanfaatkan moment itu untuk melakukan pemeriksaan kesehatannya.

Kepala Seksi Angkutan pada Dishub Kota Cimahi, Ranto Sitanggang mengatakan, pemeriksaan seperti ini sangat penting dilakukan. Tujuannya, untuk memastikan bahwa sopir angkot di Kota Cimahi dalam keadaan sehat ketika mengemudi.

"Yang kita utamakan para sopir. Frekuensi berkendara mereka kan semakin meningkat, apalagi jelang puasa. Kita harus terlibat untuk menciptakan sopir dalam keadaan prima," ujar Ranto.

Ranto menegaskan, peningkatan frekuensi berkendara ini akhirnya menunutut para sopir harus menjaga kesehatannya. Sebab menurutnya, para sopir ini kebanyakan kurang memperhatikan kondisi tubuhnya ketika berkendara.

Padahal, kondisi kesehatan para sopir itu sangat penting untuk membuat para penumpangnya merasa nyaman dan aman. "Kesehatan awak angkot ini sangat penting, jangan sampai mereka terlena nyopir tanpa memeriksakan kesehatan. Ini untuk keselamatan," imbuhnya.

Sejauh ini, lanjut Ranto, sudah ada sekitar 50 sopir angkot yang diperiksa kesehatannya. Hasilnya, kebanyakan pengemudi ini mengeluhkan sakit badan dan pusing. Kemudian, setelah mereka diperiksa kesehatan, dokter dari Dinas Kesehatan akan menyarankan apakah para sopir ini masih laik untuk mengemudi atau tidak.

"Boleh atau tidaknya kami serahkan ke dokter. Kalau hasil diagnosa dokter gak boleh narik, kita menyarankan jangan sampai bawa kendaraan. Dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tak diinginkan," pungkasnya.

Baca Lainnya