Minggu, 2 Februari 2020 17:37

Cegah Coronavirus, TKA Asal China di Cimahi Dilarang Mudik Selama 6 Bulan

(Disnaker) Kota Cimahi usai melakukan rapat bersama Dinas Kesehatan dan perwakilan perusahaan yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China.
(Disnaker) Kota Cimahi usai melakukan rapat bersama Dinas Kesehatan dan perwakilan perusahaan yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China. [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Poin penting perihal pencegahan Coronavirus atau disebut (2019-nCoV) diungkapkan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Cimahi usai melakukan rapat bersama Dinas Kesehatan dan perwakilan perusahaan yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China.

Kepala Bidang Penempatan Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P2TKT) pada Disnaker Kota Cimahi, Isnendi mengungkapkan, dalam rapat pekan lalu itu disampaikan informasi terkait kewaspadaan terhadap Coronavirus.

"Jadi para HRD dikasih cara-cara penanganan untuk bisa dihindari terkait penyebaran Coronavirus di Cimahi. Khususnya perusahaan yang ada TK asal China," ungkapnya saat dihubungi, Minggu (2/1/2020).

Berdasarkan data Disnaker Kota Cimahi, TKA asal China di Kota Cimahi mencapai 82 orang. Sebanyak 60 orang bekerja di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), sementara 22 orang tersebar di perusahaan lainnya.

Dalam rapat itu, disampaikan juga kepada perusahaan untuk melarang TKA asal China agar tidak melakukan mobilisasi ke negara asalnya selama 6 bulan dan tidak mendatangkan TKA asal China untuk sementara waktu.

"Jadi TKA yang sudah ada jangan dulu bepergian selama 6 bulan," tegas Isnendi.

Kalaupun ada TKA asal China yang datang, terang Isnendi, selama dua minggu dilarang untuk berinteraksi. Sebab, selama dua minggu itu merupakan masa inkubasi virus ke tubuh manusia.

"Virus akan mati selama 2 minggu. TKA jangan dulu berinterkasi. Disarankan seperti itu dan disarankan menggunakan masker," sebutnya.

Rencananya, lanjut Isnendi, imbauan yang mengemuka dalam rapat itu akan dituangkan dalam surat, yang kemudian diedarkan kepada perusahaan yang mempekerjakan TKA asal China.

"Kalau kita sesuai hasil rapat, pertama kita bikin surat edaran. Nanti ada tindak lanjut dari perusahaan untuk melaporkan kondisi TKA. Kondisinya sehat atau sakit, mereka harus lapor," tandasnya. 

Baca Lainnya