Minggu, 11 November 2018 17:33

Catat!Tranfusi Darah di Cimahi Bebas HIV

Reporter : Fery Bangkit 
Illustrasi.
Illustrasi. [Istimewa]

Limawaktu.id - Direktur Utama RSUD Cibabat, Trias Nugrahadi memastikan bahwa tranfusi Darah yang dikelola Unit Tranfusi Darah (UTD) Kota Cimahi bebas dari penularan virus HIV.

Pasalnya, proses donor darah yang dilakukan UTD RSUD Cibabat yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) sudah melalui proses skrining menggunakan reagen untuk mendeteksi virus HIV, Hepatitis B (HBV) dan Hepatitis C (HCV).

Baca Juga : Pergaulan Seks Dominasi Penularan HIV/Aids

"Dipastikan aman. Dari awal udah skrining, jadi betul-betul si darah itu steril," tegas Trias saat dihubungi via sambungan telepon, Minggu (11/11/2018).

Berdasarkan data Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Cibabat, diperkirakan hingga akhir tahun stok darah yang dihasilkan dari proses donor yang tersedia mencapai 11.843 kantong. Dari jumlah itu, sebanyak 8.033 kantong untuk kebutuhan internal RSUD Cibabat dan 3.808 kantong untuk kebutuhan eksternal.

Sedangkan untuk rata-rata produksi darah hingga September mencapai 7.628 kantong, dari total jumlah pendonor yang mencapai 11.111 jiwa. "Kalau rata-rata produksi darah per bulannya 849 kantung sampai September," terang Trias.

Dipastikannya, stok darah yang tersedia di pihaknya itu sudah steril dari virus HIV dan hepatitis. Sebab, sudah melalui rangkaian skrining.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Romi Abdurakhman. Ditegaskannya, penularan HIV lewat transfusi darah itu sangat kecil kemungkinannya.

"Setiap darah yang diberikan kepada penerima sudah melalui serangkaian skrining, sehingga darah yang diberikan kepada masyarakat itu adalah darah yang aman yang terbebas dari penyakit tersebut," jelas Romi, yang juga menjabat anggota PMI Kota Cimahi.

Dikatakannya, setiap darah yang diambil dari pendonor akan melalui proses skrining di labolatorium. Setelah dipastikan bebas dari virus, barulah darah itu disimpan untuk disalurkan bagi yang membutuhkan.

"Tapi yang terbukti tercemar oleh penyakit tersebut dibuang," ucapnya.

Romi melanjutkan, jumlah penderita HIV di Kota Cimahi sejauh ini menvapai 377 orang. Namun, penyebabnya bukan berasal dari donor darah, melainkan diakibatkan prilaku seks bebas hingga penyalahgunaan narkotika.

Untuk itu, pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak melakukan prilaku beresiko itu. "Paling banyak biasanya gay, terus pengguna narkotika," kata Romi.

Baca Lainnya