Kamis, 8 Maret 2018 15:19

Catatan Hitam Musrenbang Kota Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Pixabay]

Limawaktu.id - Kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan setiap tahun oleh Pemerintah Kota Cimahi mendapat Catatan dan kritikan dari sejumlah kalangan.

Salah satunya datang dari Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kota Cimahi, Budi Miftahudin. Menurutnya, kegiatan tersebut dianggap hanya sebagai seremonial pihak pemerintah agar gugur kewajiban saja. Pasalnya, dari tahun ke tahun keterlibatan masyarakat masih sangat kurang dan terkadang dalam Musrenbang tingkat kelurahan dan kecamatan didominasi wajah yang sama.

"Saya rasa jauh panggang dari api, musrenbang nyatanya seringkali hanya menjadi ritual tahunan.  Alih-alih program berjalan sukses, terkadang program malah dirongrong oleh orang orang yang mempunyai kepentingan," ujar Budi, Kamis (8/3/2018).

Menurut mantan ketua Komite Nasional Indonesia (KNPI) Kota Cimahi itu, sebenarnya Musrenbang merupakan cara pemerintah untuk melibatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota. Sebab, pelibatan masyarakat dalam pembangunan sudah tentu mutlak adanya, disamping merangkul keikutsertaan masyarakat itu sendiri, partisipasi yang diberikan secara tidak langsung memberi peningkatan kapasitas program yang dijalankan.

Ada beberapa catatan Hitam yang ia kantongi. Terutama soal sejumlah program Musrenbang tidak terealisasi. "Seperti flyover Padasuka yang tidak beres-beres. Pengadaan tanah juga gagal," katanya.

Budi menjelaskan, dari data yang ada menunjukan, semua usulan yang diberikan masyarakat setiap tahunnya hanya beberapa persen saja yang terserap dalam perencanaan dan penganggaran. Padahal sebelumnya masyarakat sangat antusias ikut dalam proses Musrembang karena mereka menyangka sebagian besar programnya akan direalisasikan. 

"Akibatnya kekecewaan ini berimplikasi pada menurunnya tingkat kehadiran dalam proses tahun berikutnya. Lebih parah lagi keaktifan masyarakat pada kegiatan pembangunan lainnya semakin menurun," jelasnya.

Terpisah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Cimahi, Benny Bachtiar mengungkapkan, sebetulnya Musrenbang saat ini sudah terbenahi dengan baik dengan mulai dari usulan RW sampai ke kelurahan, kecamatan dan tingkat kota dan juga setiap dinas melakukan forum SKPD.

Dalam forum ini, lanjutnya, ada perwakilan dari setiap kelurahan dan kecamatan yang ditunjuk secara demokratis untuk mengawal program dan mensinkronkan antara program yang telah terstruktur dalam RPJMD dengan usulan masyarakat kemudian dihasilkan kesepakatan kira kira dari prioritas yang banyak yang mana yang akan segera dilaksanakan yang disesuiakan dengan anggaran.

"Kan tidak semua keinginan masyarakat bisa terakomidir karena harus masuk juga kepada program yang ditargetkan kepala daerah melalui visi dan misi nya. Makanya ada beberapa yang perlu kita sinergikan. Terutama pemahaman masyarakat terhadap program dan kegiatan," ungkapnya.

Terkait dugaan musrenbang hanya ritual, Benny mengungkapkan, justru sekarang ini sudah jauh berubah. Meski diakuinya kalau dulu memang hanya suatu ritual sebab dulu program sudah ada.

"Kalau dulu hanya basa basi sekarang tidak. Sekarang LPM mengawal sampai tingkat kota," ungkapnya

Bahkan Benny mengaku selalu meminta kepada SKPD untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui LPM bahwa program ini betul-betul diakomodir walau tidak semua. Tapi ini berdasarkan prioritas dan kemampuan keuangan daerah.

Baca Lainnya