Rabu, 8 Agustus 2018 14:26

Calo Perkara Hukum yang Bikin Buntung Masyarakat

Reporter : Fery Bangkit 
Penyuluhan Hukum dari Kejari Cimahi yang Dilaksanakan di Aula Kelurahan Karangmekar, Jln. Lurah, Rabu (8/8/2018)
Penyuluhan Hukum dari Kejari Cimahi yang Dilaksanakan di Aula Kelurahan Karangmekar, Jln. Lurah, Rabu (8/8/2018) [Limawaktu]

Limawaktu.id - Calo Perkara Hukum kini masih menjadi permasalahan krusial di tengah-tengah masyarakat. Termasuk di Kota Cimahi.

Untuk menghindarkan masyarakat dari para calo perkara hukum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi menggelar penyuluhan hukum di Aula Kelurahan Karangmekar, Jln. Lurah, Rabu (8/8/2018).

Dalam penyuluhan hukum kali ini, Kejari Kota Cimahi mengundang para ketua RT, RW, PKK dan Karang Taruna se-Kelurahan Karangmekar.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Cimahi, Rama Eka Darma menilai, kondisi masyarakat saat ini masih minim pengetahuan soal hukum. Akibatnya, mereka masih kerap dikelabui oleh para calo hukum.

"Mereka ini dikasih informasi supaya tidak buta hukum. Jadi biar mereka gak dimanfaatkan calo perkara untuk ambil keuntungan," tegas Eka usai penyuluhan.

Menurut Eka, permasalahan hukum yang ada di lingkungan masyarakat ini cukup beragam. Seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), narkotika dan permasalahan dengan rentenir.

Namun, kebanyakan dari mereka belum mengetahui delik secara hukum seperti apa. Ketidaktahuan tersebutlah yang kerap dimanfaatkan oleh para calo hukum.

Diharapkannya, melalui perangkat RT, RW, PKK serta Karang Taruna yang ikut penyuluhan kali ini, mereka bisa menyebarluaskan mengenai permasalahan hukum kepada masyarakat.

"Kita konsen ke RT/RW, masyarakat sebagai tokoh maysarakat. Nanti mereka bisa menularkan kepada masyarakat umum," ujar Eka.

Pihaknya juga menghimbau, masyarakat yang memiliki masalah hukum agar tak segan-segan melaporkannya ke pelayanan Kejari Cimahi. Selain membuka pengaduan pelayanan secara langsung di kantor Kejari, pihaknya juga membuka pelayanan laporan melalui media sosial.

"Ada pelayanan hukum gratis. Kalau mau ada media sosial. Silakan tanya, kami akan jawab. Silahkan datang ke kantor, kami layani," imbuhnya.

Setiap bulannya, terang Eka, rata-rata pihaknya menerima berkas perkara laporan kasus hukum mencapai 10-15 berkas kasus.

Baca Lainnya