Kamis, 5 September 2019 15:27

Cakupan Air Bersih dari SPAM Pemkot Cimahi Mendekati Kapasitas Maksimal

Reporter : Fery Bangkit 
Aliran Sungai Cimahi yang Digunakan Sebagai Sumber Utama Pengolahan Air Bersih di SPAM Cimahi
Aliran Sungai Cimahi yang Digunakan Sebagai Sumber Utama Pengolahan Air Bersih di SPAM Cimahi [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Cakupan pelayanan dari Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) yang dikelola Unit Pelaksana (UPT) Air Minum pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi hampir mendekati kapasitas maksimal. SPAM yang terdapat di Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah itu memiliki kapasitas 50 liter per detik atau kapasitas 5.000 SR dan sudah dinikmati sekitar 2.800 pelanggan di wilayah Kelurahan Karangmekar dan Cigugur Tengah.

Kepala DPKP Kota Cimahi, Muhammad Nur Kuswandana mengatakan, kapasitas maksimal 5.000 SR tahun ini hampir terealisasi. Sebab, pihaknya tengah melakukan pemasangan terhadap 1.412 SR di wilayah Cigugur Tengah. "Jadi kalau ditotalkan dengan yang dipasang sebelumnya sudah hampir mencapai kapasitas maksimum," kata Nur saat ditemui di Pemkot Cimahi, Kamis (5/9/2019).

Kapasitas produksi air bersih SPAM UPT Air Minum mencapai 5.000 meter kubik per hari. Produksi airnya bersumber dari aliran Sungai Cimahi yang tepat berada di samping SPAM. Kepala UPT Asrori pada DPKP Kota Cimahi, Dede M Asrori menjamin kualitas SPAM yang dikelolanya sangat laik untuk dikonsumsi masyarakat. Sebab, pihaknya rutin melakukan pemeliharaan untuk menjaga kualitas air.


"Per bulan sekitar Rp 150 jutaan untuk pemeliharaan, termasuk dengan listrik, pegawai dan sebagainya," terangnya. Ditegaskannya, pemeliharaan air bersih sangat penting dilakukan.Tujuannya, untuk menjamin kualitas air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan di Kota Cimahi. "Kita jamin kualitas air bersih ini tetap terjaga. Kita rutin pemeliharaan," ujarnya.

Untuk menjaga kualitas air agar tetap bersih, terang Dede, dalam sebulan sekali pihaknya melakukan pengurasan embung atau tempat penampungan air dari Sungai Cimahi. Pengurasan embung diperlukan agar air yang diolah pada SPAM tidak terlalu berat. "Sebulan sekali kita kuras. Kolam penampungan tempat embung itu kan suka ada lumpurnya," kata Dede.

Selain pengurasan embung, pihaknya juga kerap melakukan pembersihan aliran Sungai Cimahi. Selanjutnya, agar kualitas air yang dipasok ke warga Kota Cimahi lebih terjamin, pihaknya juga rutin melakukan pemeriksaan di UPT Labolatorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi. "Kita periksa juga ke Lab DLH. Kita rutin dua bulan sekali periksanya. Iya untuk menjaga kualitas air," tegas Dede

Baca Lainnya