Sabtu, 22 Desember 2018 17:44

Bus Tanpa Rem Tangan kok Dipaksa Jalan, ini Reaksi Penumpang

Reporter : Fery Bangkit 
Pelaksanaan ramp check kendaraan umum di Rest Area KM 125, Cibeber, Kota Cimahi, Sabtu (22/12/2018).
Pelaksanaan ramp check kendaraan umum di Rest Area KM 125, Cibeber, Kota Cimahi, Sabtu (22/12/2018). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Dua unit bus umum 'Primajasa' terpaksa harus menurunkan penumpangnya di Rest Area KM 125, Cibeber, Kota Cimahi, karena rem tangannya tak berfungsi.

Dua bus asal Bekasi, Jawa Barat itu kedapatan tak laik jalan setelah dilakukan uji kelaikan oleh petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Polres Cimahi dan unsur TNI, Sabtu (22/11/2018). Selain menurunkan penumpang, dua bus itu dikenakan sanksi berupa penilangan.

Baca Juga : Penumpang Bus Budiman di Cimahi Dipaksa Keluar, ada apa nih?

Berdasarkan pantauan, petugas gabungan mulai menggelar ramp check atau pemeriksaan kelaikan sekitar pukul 14.00 WB. Satu per satu bus diperiksa petugas, dari mulai fisik seperti ban, lampu hingga rem serta surat berkendara. Setelah dilakukan pengecekan, ada dua unit bus 'Primajasa' yang kedapatan rem tangannya tak berfungsi. Penumpang pun diintruksikan untuk berpindah bus.

Setelah mengetahui kondisi bus yang ditumpanginya, Martin (45), salah seorang penumpang mengaku kaget. Ia yang naik dari Terminal Leuwi Panjang, Kota Bandung tak tahu sama sekali akan kondisi bus sebelumnya.

Baca Juga : Jelang Lebaran, Tim Gabungan Periksa Bus Umum dan Bus Khusus Mudik Gratis di Cimahi

"Iya sangat membahayakan sebenarnya. Rem tangan itu kan penting sekali," tuturnya, yang hendak menuju Sadang, Purwakarta.

Sebetulnya, ia dan penumpang lainnya mengaku sangat dirugikan dengan diturunkannya dari bus itu. Khususnya dari segi waktu yang terbuang. Tapi, untuk keselamatan, ia pun tak bisa berbuat banyak.

Baca Juga : Periksa Kelaikan, Petugas Gabungan Temukan Bus Umum yang Abai Keselamatan

"Iya kenapa diperiksanya gak dari pas berangkat aja," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ranto Sitanggang menjelaskan, pihaknya sangat memaklumi keluhan dari penumpang yang terpaksa diturunkan. Tapi, tegas dia, tindakan ini demi untuk keselamatan penumpang.

"Iya terpaksa penumpang harus pindah bus. Kan risikonya tinggi kalau tetap dipaksakan jalan. Apalagi ini rem tangannya tak berfungsi, sangat berbahaya," tegasnya.

Baca Lainnya