Selasa, 16 Oktober 2018 17:00

Bus dan Truk Dilarang Lewat Flyover Padasuka

Reporter : Fery Bangkit 
Pemerintah Kota Cimahi melarang bus dan truk melintas flyover Padasuka di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
Pemerintah Kota Cimahi melarang bus dan truk melintas flyover Padasuka di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, CImahi - Pemerintah Kota Cimahi melarang bus dan truk melintas flyover Padasuka di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Seperti diketahui, flyover yang menghubungkan Padasuka dengan Jalan Warung Contong itu mulai diujicobakan pada Senin (16/10/2018). Rencananya, uji coba akan berlangsung selama lima hari.

Baca Juga : Flyover Padasuka Rampung, Satlantas Polres Cimahi Buka Kemungkinan Buat Pos Polisi

Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi mengatakan, sebagai penegasan bus dan truk dilarang masuk, pihaknya sudah memasang portal di flyover yang menelan biaya hingga Rp 17 miliar itu. Pelarangan kendaraan besar melintasi flyover Padasuka merupakan aspirasi dari warga.

"Kita melakukan pembatasan kendaraan masuk karena berkaitan rekomendasi pusat peneliti jalan dan jembatan. Selain itu, aspirasi warga juga tidak berkenan ada kendaraan besar masuk," tegas Endang saat ditemui di kawasan flyover Padasuka, Selasa (16/10/2018).

Baca Juga : Pemkot Cimahi Bakal Uji Coba Flyover Padasuka, ini Jadwalnya

Untuk akses menuju flyover, pihaknya meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk melebarkan jalan sebelum memasuki flyover Padasuka dari arah Barat.

Selain itu, yang harus diperhatikan juga adalah jalan segi tiga di Contong. Menurutnya, segi tiga itu cukup sempit dan harus dilebarkan. Jika tidak, dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan.

Baca Juga : Flyover Padasuka Diujicobakan, Warga:Mirip di Korea, Saya Upload Terus di FB

Selanjutnya, kata Endang, pihaknya bakal berkoordinasi dengan PT KAI untuk penutupan perlintasan sebidang di Kelurahan Padasuka. Saat ini, memang perlintasan tersebut sudah dilakukan penutupan namun masih bisa dilalui pengendara.

"Kalau masih bisa dilalui warga, berbahaya," tandasnya. 

Baca Lainnya