Selasa, 13 Maret 2018 2:29

Buruknya Akses Jalan ke TPAS Sarimukti Korbankan Puluhan Sopir Truk

Reporter : Fery Bangkit 
Truk pengangkut sampah terguling akibat buruknya akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Truk pengangkut sampah terguling akibat buruknya akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Buruknya akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat dikeluhkan para sopir pengangkut sampah.

Bahkan, para sopir pengangkut sampah yang berada dibawah pengelolaan Unit Pelaksana Tekni (UPT) Kebersihan Kabupaten Bandung Barat sempat mogok beroperasi, kemarin.

Baca Juga : Masyarakat Cimahi Tandatangani Deklarasi Peduli Sampah

"Setiap kali akan membuang sampah kami harus antre berjam-jam. Itu yang membuat kesal dan merugikan, karena kami kehabisan waktu. Karenanya kami memilih mogok," ungkap Ransa, salah seorang sopir.

Menurutnya, antrean truk pengangkut sampah yang cukup panjang membuat pengangkutan sampah menjadi terhambat. Selain itu, berdampak pula pada kerugian materil, seperti penggunaan Bahan Bakar Minyak (bbm).

Baca Juga : Pengangkutan Sampah Molor, Begini Penjelasan UPT Kebersihan Bandung Barat

"Saya terpaksa menunggu dan tidur di truk, karena kalau mau balik lagi juga susah," ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Apung Purwoko menjelaskan, terhambatnya pembuangan sampah ke TPAS sudah berlangsung selama dua pekan.

Baca Juga : 35 Armada Tak Sanggup Angkut Gunungan Sampah yang Capai 670 Ton/Hari di Bandung Barat

Akibatnya, penumpukan sampah di 16 kecamatan se-Bandung Barat pun tidak bisa dihindarkan.

"Pengangkutan sampah jadi terlambat karena kendaraan truk operasional terjebak antrean panjang di TPA Sarimukti," jelasnya.

Berdasarkan catatan UPT Kebersihan Kabupaten Bandung Barat, tumpukan sampah di Bandung Barat per harinya mencapai 670 ton. Sementara yang bisa diangkut per harinya hanya 146 ton dengan menggunakan 35 truk milik UPT Kebersihan.

Baca Lainnya