Selasa, 13 Maret 2018 15:59

Bupati Bandung Minta Pemprov Segera Aktifkan TPPAS Legok Nangka, ini Alasannya

Reporter : Fery Bangkit 
TPPAS Regional Legok Nangka, Nagreg, Kabupaten Bandung.
TPPAS Regional Legok Nangka, Nagreg, Kabupaten Bandung. [Net]

Limawaktu.id,- Pemerintah Kabupaten Bandung berharap Tempat Pembuangan Akhir Sampah Legok Nangka, Nagreg, Kabupaten Bandung segera diaktifkan.

Pasalnya, TPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat yang selama ini digunakan dianggap sudah terlalu banyak permasalahan. Terbaru, buruknya akses jalan menuju TPAS itu rusak parah dan membuat truk pengangkut sampah antre hingga delapan jam lebih.

Atas permasalahan itu, Bupati Bandung, Dadang M Naser meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera mengoperasikan TPPAS Legok Nangka.

"Kehadiran Legok Nangka sangat ditunggu dan harus disegerakan. Di (TPA) Sarimukti sudah krodit," ujarnya, Selasa (13/3/2018).

Menurutnya, saat ini pihaknya menginginkan agar TPPAS tersebut dibuka terlebih dahulu. Jika terdapat kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat seputar TPPAS Legok Nangka maka sepenuhnya akan didukung Pemkab Bandung.

Jika TPPAS sudah dibuka, ia menuturkan ingin berdiskusi dengan Pemprov Jawa Barat tentang besaran tipping fee yang harus dibayarkan oleh Pemkab Bandung. Pasalnya, biaya yang dikeluarkan pihaknya per kubik dinilai memberatkan APBD Kabupaten Bandung.

"Sekarang (tipping fee di Sarimukti) sebesar Rp 50 ribu perkubik. Disini (Legoknangka) meminta Rp 350 ribu. Kan tonase sehari berapa puluh ton. Itu berat bagi APBD Kabupaten Bandung," ungkapnya.

Terkait dengan dihentikannya puluhan truk sampah dari Kabupaten Bandung yang hendak menuju TPA Sarimukti di Padalarang, dirinya menambahkan, hal itu merupakan permasalahan yang harus dituntaskan.

"Masyarakat disana pasti sudah kesel, karena sampah tidak diolah. Oleh karena itu tahun ini harus segera beroperasi Legok Nangka tahun ini," katanya.

Dadang berharap para pemangku kebijakan terkait TPPAS Legok Nangka untuk bisa berkumpul dan membicarakan progres tempat tersebut. Sehingga diharapkan bisa segera beroperasi dan agar Bandung Raya tidak menjadi lautan sampah.

Kemarin, puluhan unit truk pengangkut sampah milik Pemerintah Kabupaten Bandung yang hendak membuang sampah ke TPA Sarimukti dicegat oleh sesama sopir truk. Mereka sengaja mencegat karena protes terhadap pengelola TPAS Sarimukti.

"Informasinya mereka mogok karena protes. Jalan menuju Sarimukti licin, susah dilewati. Sehingga sopir butuh waktu lebih lama. Mereka minta jalan menuju Sarimukti diperbaiki," ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Febi Siti Zubaedah.