Senin, 15 Oktober 2018 19:20

Bupati Bandung Barat Bantah Terima Suap

Reporter : Fery Bangkit 
Aa Umbara Sutisna membantah telah menerima uang senilai Rp 255 juta dari hasil uang urunan para Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Bandung Barat.
Aa Umbara Sutisna membantah telah menerima uang senilai Rp 255 juta dari hasil uang urunan para Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Bandung Barat. [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Bupati Bandung Barat AA Umbara Sutisna membantah telah menerima uang senilai Rp 255 juta dari hasil uang urunan para Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Bandung Barat.

Hal itu terungkap dalam sidang kasus dugaan gratifikasi atau Suap dengan terdakwa mantan Bupati Bandung Barat Abubakar, mantan Kadisperindag Weti Lembanawati dan mantan Kepala Bapelitbangda KBB Adiyoto, di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (15/10/2018).

Baca Juga : Selain Divonis 6,5 Tahun Penjara, Mantan Bupati Subang juga Terancam Disita Hartanya

Dalam sidang yang dipimpin Fuad Muhammadi, tim JPU KPK menghadirkan enam orang saksi. Mereka, yakni Kabid Aset Badan Pengelolaan Keuangan Daerah KBB Asep Wahidin Sudiro, Kabid di DPMPTSP KBB Toni Mulyawan, staf Indag KBB Caca Permana, Sekdisindag Avira Nurfasihah, mantan Sekda KBB Maman Sulaeman Sunjaya, dan Bupati Bandung Barat Terpilih Aa Umbara.

Dalam sidang dengan agenda kesaksian tersebut, Tim JPU KPK membagi persidangan menjadi dua sesi. Sesi pertama empat orang saksi dihadirkan, yakni Asep Wahidin Sudiro, Caca Permana, Avira dan Toni Mulyawan. Kemudian sesi kedua baru keterangan Maman Sunjaya dan Aa Umbara diperdengarkan di hadapan majelis.

Baca Juga : Vonis Eks Bupati Subang Tinggi, Tim Kuasa Hukum Belum Pasti Ajukan Banding

Saat keterangannya mulai diperiksa, JPU KPK Budi Nugraha langsung mempertanyakan soal aliran dana bancakan para kadis yang dikumpulkan di terdakwa Weti Lembanawati dan sebagian diberikan ke Aa Umbara yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua DPRD KBB.

"Apakah saudara saksi pernah menerima uang dari Weti dengan total Rp 255 juta," tanya Budi.

"Tidak pernah menerima. (Lewat ajudan dan sopir) tidak pernah juga," jawab Aa Umbara di persidangan.

Namun Aa Umbara tidak menampik saat ditanya JPU jika Aep merupakan sopir lnya, dan Yadi ajudannya. Dimana dari keterangan Caca uang tersebut diberikan kepada Aep dan Yadi.

Selain itu, Aa Umbara pun membantah saat ditanya KPK soal adanya dana 'pelicin' dari eksekutif dalam setiap kegiatan atau program yang membutuhkan pengesahan atau persetujuan dan DPRD KBB.

"Tidak pernah minta sesuatu (uang) ke eksekutif. Tidak pernah," ujarnya.

Mendengar keterangan Aa Umbara, Budi pun langsung mengkonfrontirnya dengan saksi Caca Permana. Saat ditanya, Caca pun dengan gamblang menyebutkan jika dia pernah memberikan sejumlah uang dan sesuai dengan catatan yang ditampilkan JPU KPK dalam infokus di ruang persidangan.

"Betul saya serahkan uang (ke Aa Umbara), atas perintah Bu Weti," jawab Caca.

Mendengar jawaban Caca, Budi pun kembali menanyakan kepada Aa Umbara soal keterangan Caca tersebut. Orang nomor satu di Bandung Barat tersebut 'keukeuh' pada pendiriannya.

"Tidak pernah. Saya tidak pernah terima," katanya.

Sementara itu dalam kesaksiannya, Caca Permana banyak berbelit-belit dan mengaku lupa. Padahal di persidangan dengan terdakwa Asep Hikayat (tervonis), Caca bisa menerangkan secara gamblang soal aliran dana yang dikumpulkannya dari hasil bancakan para kepala SKPD di Pemkab KBB.

Bahkan JPU Budi pun sempat meminta agar Caca jujur dan jika berbohong atau memberikan keterangan palsu ancaman tiga tahun penjara menantinya.

"Saya diminta serahkan uang berulang kali oleh Ibu Weti ke Aep, tidak diserahkan ke ketua," katanya.

Jaksa pun kembali menanyakan dengan nada tinggi. Dimana saat itu dirinya secara gamblang bersaksi terhadap terdakwa  Asep Hikayat, kepala BKPSDM Bandung Barat yang sudah divonis bersalah.

Budi pun membacakan keterangan Caca di BAP, bahwa ia menghubungi Aa Umbara kemudian Aa Umbara memintanya untuk menyerahkan uang itu ke sopirnya di Pasteur. Akhirnya Caca mengakuinya.

"Iya betul, keterangannya seperti itu," ujar Caca.

Namun lagi-lagi Caca memberikan keterangan yang berbeda dengan sebelumnya.  Dimana di persidangan kali ini, Caca menyebutkan jika diperintahkan Weti Lembanawati untuk meminjamkan sejumlah uang.

"Ibu Weti bilang pak Ketua (Aa Umbara) mau pinjam uang, lalu saya serahkan beberapa kali, nilainya saya lupa," ujar Caca.

Sidang dengan agenda kesaksian tersebut akhirnya di skorsing untuk salat magrib. Hingga berita ini diturunkan persidangan masih berlangsung.

Baca Lainnya