Senin, 14 Mei 2018 14:55

Buntut Bom Bunuh Diri di Surabaya, Pengamanan di Mapolres Cimahi Lebih Diperketat

Reporter : Fery Bangkit 
Pengamanan di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud semakin diperketat dan dilakukan penebalan kekuatan.
Pengamanan di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud semakin diperketat dan dilakukan penebalan kekuatan. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Rentetan aksi BOM bunuh diri di Kota Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur menjadi atensi bagi pihak kepolisian di Cimahi.

Imbasnya, pengamanan di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Mahmud semakin diperketat dan dilakukan penebalan kekuatan. Bahkan, status siaga satu telah ditetapkan semenjak adanya insiden kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Depok.

Kendati begitu, sistem pelayanan terhadap masyarakat berjalan normal seperti biasanya.

Berdasarkan pantauan pada Senin (14/5/2018), pintu gerbang masuk ke Mapolres Cimahi dijaga Ketat anggota kepolisian bersenjata lengkap dan memakai rompi serta pelindung kepala (helm). Gerbang masuk pun dibuka dan ditutup. Anggota polisi yang berjaga pun memeriksa kendaraan dan body checking.

Kepala Bagian (Kabag) Operasi Polres Cimahi Kompol Andrey Valentino menyatakan, sebenarnya sebelum insiden pengeboman di Mapolres Surabaya, sistem pengamanan di Mapolres sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Semua tamu yang masuk dan keluar, tidak luput dari pengecekan petugas jaga.

"Dengan adanya insiden itu (pemboman Mapolres Surabaya) pengamanan lebih diperketat kembali," katanya kepada di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Senin (14/5/2018).

Dia mengaku, ada penambahan personel yang jaga, baik itu di Markas Komando (Mako) maupun anggota yang melakukan penjagaan di luar. Dalam sistem penjagaannya, ada beberapa teknis poin yang harus diwaspadai. Namun semua kembali lagi sesuai dengan SOP yang berlaku.

Untuk personel polisi yang bertugas di lapangan, diterapkan body sistem. Yakni, setiap personel yang jaga dibekup atau dijaga oleh personel lainnya dengan sistem tertutup atau menggunakan pakaian preman. Jadi anggota yang jaga tidak sendirian, melainkan dua sampai tiga orang.

"Selain dibekali pengamanan (senjata dan rompi) mereka juga dijaga anggota lainnya. Ini namanya body sistem. Tentunya yang menjaga (anggota) berpakaian preman," ujarnya.

Soal penjagaan di rumah ibadah dan objek vital lanjut Andrey, semua seusuai dengan standar dan tidak ada penambahan. Namun, dalam waktu dekat semua petugas pengamanan akan diberikan pelatihan oleh Brimob.

"Alhamdulillah hingga kini di Jabar, khususnya Cimahi aman dan kondusif," pungkasnya.

Baca Lainnya