Rabu, 21 Februari 2018 18:09

Bule Australia Bicara Kendala Bangun IPAL di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Andrew McLernon, Team Leader Konsultan Teknis Pembangunan IPAL dari Pemerintah Australia.
Andrew McLernon, Team Leader Konsultan Teknis Pembangunan IPAL dari Pemerintah Australia. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Pemerintah Kota Cimahi akan mengadaptasi sistem
Instalasi Pengolahan air Limbah (ipal) asal Australia. Sistem IPAL itu akan dibangun di sejumlah kawasan pemukiman warga di Kota Cimahi.

Pembangunan IPAL di Kota Cimahi itu merupakan kerja sama lanjutan. Seluruh pembangunan akan dibiayai dana hibah dari program Australia-Indonesia Infrastructure Grant for Sanitation (SAIIG).

Baca Juga : Kerjasama Kota Cimahi-Australia Bakal Diperpanjang

Team Leader Konsultan Teknis Pembangunan IPAL dari Pemerintah Australia, Andrew McLernon mengatakan, teknologi pengolahan limbah yang diaplikasikan di Cimahi sama dengan yang ada di Australia.

"Sistem IPAL terpadu yang kita terapkan disini, teknologinya hampir mirip dengan yang ada di Australia. Jadi kita akan lihat, apakah hasilnya akan sama dengan yang di Australia atau ada beberapa improvement," ungkap Andrew saat ditemui di Pasir Kaliki, Rabu (21/2/2018).

Hanya saja, kata Andrew, kendala yang dihadapi oleh timnya yakni kepadatan permukiman yang ada di beberapa wilayah di Kota Cimahi, sangat berlebihan. Hal tersebut memaksa pihaknya menyesuaikan teknologi IPAL tersebut dengan kebutuhan.

"Kawasan permukinan di Cimahi itu sangat padat, berbeda dengan di Australia atau negara Eropa lainnya," katanya dalam bahasa Indonesia yang cukup baik.

Dalam merealisasikan pembangunan IPAL, Andrem meminta pemerintah juga menumbuhkan budaya peduli lingkungan, minimal masyarakat jangan membuang sampah sembarangan, yang nanti justru bisa menyumbat saluran air menuju IPAL.

"Kami ada disini untuk membantu pemerintah membangun IPAL. Jadi kotoran dari rumah, dialirkan ke IPAL itu dalam keadaan yg sebetulnya sudah lebih baik lagi. Apalagi di Cimahi ini akan dilakukan pembuatan IPAL agar 100 persen lingkungan masyarakat itu memiliki sanitasi yang baik," jelasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer