Selasa, 23 Oktober 2018 15:30

BPJS Kesehatan Masih Nunggak, RSUD Pakai Tabungan Rumah Sakit

Reporter : Fery Bangkit 
Admin BPJS Kesehatan Tengah Mengoperasikan Layanan BPJS Bagi Warga.
Admin BPJS Kesehatan Tengah Mengoperasikan Layanan BPJS Bagi Warga. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Tunggakan klaim BPJS Kesehatan kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat hingga kini belum dibayarkan.

Akibatnya, rumah sakit regional di Jalan Amir Mahmud itu terpaksa menggunakan dana talangan untuk menutupi semua pengeluaran. Termasuk pembayaran obat dan jasa pelayanan medis.

Baca Juga : Dampak Tunggakan BPJS Kesehatan Terhadap Puskemas di Cimahi

Wakil Direktur RSUD Cibabat, Richard Nicolas mengungkapkan, penunggakan klaim BPJS Kesehatan terjadi sejak Juli. Rata-rata klaim yang harus dibayarkan terhadap RSUD Cibabat mencapai Rp 8-10 miliar per bulan. Sedangkan biaya operasional rumah sakit dalam sebulan rata-rata mencapai Rp 8-9 miliar.

"Pasti berdampak. Tapi apapun dampaknya kita harus tetap melayani. Pelayanan harus prima," katanya saat dihubungi via sambungan telepon, Selasa (23/10/2018).

Baca Juga : Parah! Ratusan Perusahaan di Cimahi Belum Daftarkan Pekerjanya ke BPJS

Dikatakannya, dampak paling terasa imbas dari penunggakan pembayaran itu dialami baru sebulan ini. Dampaknya ialah pembelian obat akhirnya pembayarannya tertunda.

"Terus penunjang medisnya itu juga terganggu," ucap Richard.

Baca Juga : Nih Sanksi untuk Perusahaan jika Enggan Daftarkan Pegawainya ke BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Kemudian, pelayanan jasa medis atau insentif bagi jasa pelayanan medis pun sempat tertunda. Untuk menutupinya, tegas dia, pihaknya menggunakan dana kas RSUD Cibabat.

"Kita ambil dari dana yang kita miliki. Yang belum digunakan ya kita pake dulu bayar jasa pelayanan medisnya," jelas Richard.

Namun, lanjutnya, pihaknya tak mungkin untuk selalu mengandalkan dana kas tersisa untuk menutupi biaya operasional rumah sakit. Pihaknya berharap permasalahan ini segera bisa diselesaikan oleh BPJS Kesehatan. 

"Mengingat persediaan kita juga sudah menipis," tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi, RSUD Cibabat saat ini tengah mengkaji kerja sama dengan perbankan untuk penyediaan dana sesuai klaim dari BPJS Kesehatan. Opsi itu ditawarkan pihak BPJS Kesehatan.

"Kalau kita menggunakan jasa bank berarti beban bunga yang diberikan itu tidak lebih besar dari pada tunggakan yang akan dibayarkan oleh BPJS," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Cibabat, Trias Nugrahadi memastikan, meski klaim BPJS Kesehatan belum dibayarkan, pihaknya akan berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.

"Kita masih mampu. Hanya memang sekarang perubahannya kerasa. Pelayanan tetap kita lakukan," tandasnya.

Baca Lainnya