Senin, 18 September 2017 15:53

BNNP Jabar Pantau Peredaran PPC

Ditulis Oleh Yulie Kusnawati
Ilustrasi
Ilustrasi [limawaktu art/rief]

Bandung - Badan Narkotika Nasional Jawa Barat menyatakan hingga saat ini, belum ada laporan mengenai Peredaran obat Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) di wilayah Jawa Barat.

Kepala Humas BNN Provinsi Jawa Barat Herdy Herdiawan mengatakan, meskipun belum ada laporan pihaknya tetap melakukan pemantauan, melihat adanya korban kematian akibat mengkonsumsi obat depresan tersebut di wilayah Sulawesi Tenggara. "PCC ini ijin edarnya sudah dibatalkan sejak tahun 2013," kata Herdy saat ditemuidi kantor BNN, Jalan Terusan Jakarta Jumat 15 September 2017.

Herdy menuturkan, obat PCC bisa saja masuk kedalam kategori pasikotropika karena kandungan Carisoprodol dari obat tersebut merupakan penenang yang menyebabkan halusinasi tinggi.

Namun, karena awalnya obat tersebut memang berdasarkan resep dokter maka pengawasannya langsung dilakukan oleh Dinas kesehatan dan BBPOM. "Nanti kalau sudah dikaji dan di tetapkan sebagai psikotropika, tentu akan ada penegakan hukum," paparnya.

Selanjutnya Herdy menegaskan, untuk mencegah peredaran obat - obatan yang masuk daftar golongan G tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan BBPOM, Dinas Kesehatan dan Kepolisian.

"Tindakan ke depan bahwa obat, yang tidak ada ijinnya, tidak boleh beredar kalau masih ada harus dimusnahkan," paparnya.

Herdy juga menghimbau kepada orang tua agar terus mengawasi pergaulan anak - anaknya, jangan sampai kejadian di Sulawesi Tenggara terjadi di Jawa Barat.

"Kepada masyarakat terutama orang tua agar tetap berkomunikasi dengan anak, jangan sampai anak terbuka dengan pergaulan lingkungan dan tertutup dengan orang tua," katanya.

Sebelumnya, obat PCC menyebabkan Puluhan orang menjadi korban gangguan kepribadian dan disorientasi di Kendari Sulawesi Tengah.

PCC adalah obat keras yang tidak voleh diperjual belikan sembarangan atau harus seizin dokter, namun kenyataannya obat tersebut dipasarkan dengan harga murah kepada siswa di Kendari Sulawesi Tengah. (lie)