Kamis, 5 April 2018 15:26

BMKG: Gempa dan Tsunami Pandeglang bukan Prediksi, Hanya Potensi yang Belum Pasti

Reporter : Jumadi Kusuma
Ilustrasi
Ilustrasi [Limawaktu]

Limawaktu.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa isu gempa bumi dan Tsunami yang akan terjadi di Pandeglang, Provinsi Banten, setinggi 57 meter hanya Potensi Bukan Prediksi, kajian para peneliti yang belum pasti kapan akan terjadi.

Karenanya masyarakat dihimbau agar tetap tenang, demikian siaran pers BMKG yang diterima limawaktu.id, Kamis (5/4/18).

Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr. Ir. Muhamad Sadly, M.Eng menyatakan bahwa berdasarkan UU no 31 tahun 2009, BMKG mendapat mandat dan wewenang untuk melakukan observasi, analisis dan diseminasi informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami.

"BMKG menjalin kerjasama dengan para pakar di bidang gempabumi dan tsunami dari berbagai lembaga, instansi dan perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri", tuturnya.

Hasil penelitian dan kajian bersama para pakar yang sudah teruji secara ilmiah berbasis data yang memadai dan valid, dapat diterapkan dalam mendukung analisis untuk meningkatkan kualitas dan akurasi info gempabumi dan tsunami yang diberikan oleh BMKG.

"Masyarakat dihimbau untuk lebih arif dalam memahami info kegempaan dan tsunami, khususnya apabila informasi tersebut masih berupa kajian awal yang belum teruji, maka informasi tersebut belum dapat menjadi pegangan resmi untuk menjadi  acuan  dalam upaya mitigasi bencana di bawah koordinasi Pemerintah", jelas Sadly.

Menurutnya, hasil kajian potensi tsunami di Pendeglang, peneliti sebenarnya tidak melakukan prediksi tapi mencoba mengungkap potensi yang masih perlu dikaji lebih lanjut berbasis data ilmiah yg lebih memadai.

"Peneliti tidak menyebutkan kapan akan terjadinya sehingga dalam hal ini masyarakat dihimbau agar tetap tenang", tandas Sadly.

BMKG akan terus melakukan monitoring aktivitas gempabumi di Indonesia termasuk potensi tsunami.

"Setiap gempa kuat yang terjadi, BMKG segera memberikan informasi dengan cepat dalam waktu kurang dari 5 menit, melalui berbagai media disseminasi. Selain itu bersama pihak terkait akan terus aktif dalam memberikan edukasi, terkait mitigasi gempabumi dan tsunami kepada stakeholder,  masyarakat dan media untuk mendukung efektivitas pengurangan risiko bencana", pungkasnya.

Baca Lainnya