Kamis, 8 Maret 2018 20:55

Bincang Perempuan dalam International Women's Day

Reporter : Fery Bangkit 
Hari Perempuan International.
Hari Perempuan International. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Warna ungu Hari ini dikibarkan lagi. Warna internasional yang merupakan pertanda bahwa hari ini, tanggal 8 Maret 2018 merupakan 'Hari Perempuan Internasional'.

Peringatan saat ini dimaksudkan untuk merayakan prestasi sosial, ekonomi, dan politik perempuan serta untuk menyerukan kesetaraan gender.

Melirik pada masa perjuangan dulu, Peran perempuan sangatlah penting bagi kemerdekaan dan kemajuan Indonesia.

Salah satu sosok perempuan hebat yang menjadi pelaku sejarah ialah Raden Dewi Sartika. Ia dikenang sebagai perintis pendidikan bagi kaum perempuan.
Bukti Peran Perempuan Masa Kini Lewat PKK.

Dimasa sekarang, peran perempuan dalam pembangunan dan perkembangan sangat vital. Salah satu peran itu disuguhkan lewat kehadiran Pembinaan Kesejahtraan Keluarga (PKK).

Organisasi para perempuan itu memiliki peran vital dalam pembangunan di Kota Cimahi. Dengan 10 program pokoknya, organisasi Wanita tersebut terus bahu-membahu membantu pemerintah dalam berbagai kegiatan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PKK Kota Cimahi, Lina Hendra beberapa waktu lalu.

“Sangat penting, karena SKPD punya program, pelaksanaan di wilayah, kan rata-rata terutama yang pekerja sosialnya kan kader,” katanya beberapa waktu lalu.

Ia mencontohkan, misalnya Dinas Kesehatan sedang menjalankan program seperti pemberantasan nyamuk, itu biasanya, kata Lina, kader PKK yang mendata.

“Kalau tidak ada kader sepertinya tidak akan jalan semau program pemerintah,” tandas Lina.

Bisa dibilang, lanjut Lina, PKK merupakan mitra pemerintah. Selama ini, kata dia, kader PKK bekerja tanpa pamrih.

Tapi, kata dia, ia dan seluruh kader PKK di Kota Cimahi yang mencapa 8.000 kader, meminta pemerintah untuk memberikan perhatian lebih.

“Kalau kader PKK mah pekerja tangguh tanpa pamrih, tapi tolong lebih diperhatikan lagi terutama, minial ada pengakuan kalau kader kami banyak andil untuk pembanguan kota ini,” ujar dia.

Perihal lomba kader berprestasi PKK yang digelar hari ini, terang Lina, merupakan motivasi bagi para kader agar lebih terampil lagi diberbagai bidang, khususnya dalam menjalanakn 10 program pokok PKK.

“Kader PKK itu harus serba bisa, jadi tiap tahun memang diadakan lomba kader berprestasi, kader yang menguasai aspek program PKK,” imbuh dia.

Harapan Duta Budaya Kota Cimahi Soal 'Hari Perempuan Internasional' Shintia Marlina, Duta Budaya Kota Cimahi menyuarakan soal perlakuan terhadap perempuan. Dihari spesial bagi perempuan ini, ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan harus dihentikan.

"Stop tindakan kekerasan terhadap perempuan," ucap Osin, sapaan akrab Shintia.
Dimatanya, perempuan itu harus diperlakukan dan berlaku lembut. Sebab menurut Osin, lembut ialah salah satu ciri khas perempuan Indonesia.

"Tetnu juga semakin bisa mempertanggungjawabkan apa yang seharusnya menjadi seorang perempuan," tandasnya.

Sejarah Singkat Hari Perempuan Internasional/International Women's Day
Dilansir dari wikipedia, Hari Perempuan Internasional pertama kali dirayakan pada tanggal 28 Februari 1909 di New York dan diselenggarakan oleh Partai Sosialis Amerika Serikat.

Demonstrasi pada tanggal 8 Maret 1917 yang dilakukan oleh para perempuan di Petrograd memicu terjadinya Revolusi Rusia. Hari Perempuan Internasional secara resmi dijadikan sebagai hari libur nasional di Soviet Rusia pada tahun 1917, dan dirayakan secara luas di negara sosialis maupun komunis.

Sebuah cerita yang beredar di lingkaran internal para kolomnis Perancis, bahwa ada seorang perempuan dari buruh pabrik tekstil melakukan demonstrasi pada 8 Maret 1857 di New York. Demonstrasi tersebut dilakukan dengan tujuan untuk melawan penindasan dan gaji buruh yang rendah, tetapi demonstrasi tersebut dibubarkan secara paksa oleh pihak kepolisian. Pada tanggal 8 Maret 1907, Hari Perempuan Internasional diresmikan sebagai peringatan terhadap kasus tersebut.

Baca Lainnya