Senin, 25 September 2017 19:14

BIN Pesan 517 Senjata ke PT Pindad

News Isu pembelian 5.000 Senjata
Salah satu jenis senjata buatan PT. PINDAD G2 Elite Kal. 9mm
Salah satu jenis senjata buatan PT. PINDAD G2 Elite Kal. 9mm [PINDAD]

Limawaktu.id,- PT Pindad (Persero) membenarkan jika Badan Intelejen Negara (BIN) telah memesan 517 pucuk senjata api laras pendek. Ratusan senjata api itu merupakan kontrak PT Pindad (Persero) dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia, untuk keperluan BIN.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Perusahaan PT Pindad (Persero) Bayu A Fiantoro.

“Ya memang benar, ada kontrak Pindad dengan kepolisian untuk 517 pucuk senjata yang diperuntukan BIN, itu bener itu. Kontraknya pada tahun 2017 ini,”ungkap Bayu ketika di dihubungi, Senin (25/9).

Bayu menjelaskan, ke 517 pucuk senjata tersebut akan diserahkan pada tahun 2017 ini. Namun untuk jenis senjata sendiri menurut Bayu, berbeda dengan jenis senjata yang dipegang TNI. “Senjatanya itu non militer, berbeda dengan TNI, non militerlah. Speknya bukan untuk publikasi umum, yang pasti berbeda dengan militer, non organik," jelasnya.

Menurutnya, PT Pindad (Persero) sudah lama menjalin kerjasama dengan pihak kepolisian, dalam pengadaan senjata maupun lainnya dan bukan untuk yang pertama. “Dengan Polri kan bukan yang pertama. Polri kan ada kendaraan taktisnya juga, kita pernah bikin mobile shooting range untuk kepolisian,” ungkapnya.

Masalah pembelian 517 pucuk senjata api bagi BIN sempat mencuat terkait pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tentang isu pembelian 5.000 pucuk senjata oleh institusi non militer. Isu tersebut diluruskan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, yang menyebutkan tidak ada pembelian 5000 pucuk senjata, yang ada pembelian 500 pucuk untuk BIN dari Pindad. Menurut Wiranto, hal tersebut terjadi hanya komunikasi yang tidak lengkap. (lie)