Limawaktu.id, Magelang - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berperan aktif dalam mengawal transformasi birokrasi di daerah. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan paparan dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah Ketua DPRD se-Indonesia di Akademi Militer, Kamis (16/4/2026).
Dalam paparannya, Bima menyoroti masih adanya tantangan birokrasi yang dinilai belum sepenuhnya adaptif terhadap dinamika perubahan. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi menghambat efektivitas pelaksanaan program pembangunan, meskipun terjadi pergantian kepemimpinan di daerah.
“Pimpinan yang terpilih dan ditunjuk datang dan pergi, tapi birokrasi tetap di situ,” ujarnya.
Sebagai respons atas tantangan tersebut, pemerintah mendorong penerapan konsep statecraft sebagai pendekatan baru dalam tata kelola pemerintahan. Pendekatan ini menuntut aparatur negara untuk bekerja lebih cerdas, terampil, dan andal dalam menghadapi kompleksitas persoalan pemerintahan.
Selain itu, Bima menekankan pentingnya pengawalan serius terhadap berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto di tingkat daerah. Ia menilai keberhasilan implementasi program tersebut sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan DPRD.
Menurutnya, program prioritas nasional tidak hanya perlu dijalankan secara administratif, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata, seperti mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bima juga menegaskan peran strategis DPRD dalam memastikan transformasi birokrasi dan pelaksanaan program berjalan efektif. Melalui fungsi penganggaran, legislasi, dan pengawasan, DPRD diharapkan mampu mengawal kebijakan agar tepat sasaran dan berorientasi pada hasil.
“DPRD adalah institusi kunci… palunya ada di Bapak-Ibu,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta DPRD untuk aktif mengawasi implementasi program prioritas di daerah, mulai dari aspek tata kelola hingga manfaat konkret yang dirasakan oleh masyarakat.