Rabu, 7 Maret 2018 13:35

Berikut yang Disampaikan Petinggi Polres Cimahi dalam Deklarasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Pilkada 2018

Reporter : Fery Bangkit 
Deklarasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas dalam rangka Pilkada serentak dan Operasi Keselamatan 2018 di Gedung Pengabdian Mapolres Cimahi, Jln. Amir Mahmud, Rabu (7/3/2018).
Deklarasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas dalam rangka Pilkada serentak dan Operasi Keselamatan 2018 di Gedung Pengabdian Mapolres Cimahi, Jln. Amir Mahmud, Rabu (7/3/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Polres Cimahi menggelar 'Deklarasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas dalam rangka Pilkada serentak dan Operasi Keselamatan 2018 di Gedung Pengabdian Mapolres Cimahi, Jln. Amir Mahmud, Rabu (7/3/2018).

Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara mengatakan, dalam rangka pesta demokrasi, biasanya mobilisasi masa akan mengalami peningkatan.

"Sehingga diperlukan satu deklarasi untuk deklarasi mensukseskan Pilkada sekaligus menjamin keamanan keselamatan di jalan raya," katanya usai deklarasi.

Ia mengajak kepada seluruh elemen yang terlibat dalam pesta demokrasi ini untuk menjaga dan menjaga keselamatan dan keamanan kenyamanan berlalu lintas.

"Jangan sampai ada pelanggaran-pelanggaran untuk keutuhan, kesatuan NKRI," imbuhnya.

Dalam deklarasi tersebut,tersebut, Kasatlantas Polres Cimahi, AKP Suharto juga memaparkan pada tahun 2016 pihaknya menindak 74 ribu pelanggar sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 93 ribu pelanggar, atau mengalami peningkatan sebanyak 24 persen.

Berkaca pada tingginya jumlah pelanggaran yang terjadi selama satu tahun, deklarasi tersebut dilaksanakan untuk turut mendukung tertib berlalulintas dan disiplin berkendara.

"Harapannya setiap tahun bisa terus menurun. Deklarasi ini juga diikuti perangkat daerah, agar mereka nanti bisa menyampaikan dan mengimbau kepada masyarakat, betapa pentingnya tertib berlalulintas," ungkap Suharto disela-sela pelaksanaan deklarasi.

Suharto menyebutkan, salah satu jenis pelanggaran yang sering terjadi di jalan raya, yakni kendaraan memuat muatan berlebihan. Di wilayah hukum Polres Cimahi sendiri sering terjadi di Lembang, Cililin, Cikalong Wetan, dan Cipatat.

"Dengan tegas kami menindak pelanggaran tersebut. Bukan kami ingin menurunkan faktor ekonomi, tapi lebih kepada bagaimana mewujudkan bagaimana pengendara merasa aman ketika berkendara dan menggunakan jalan raya," katanya.

Berikut merupakan hasil analisa dan evaluasi Satlantas Polres Cimahi terkait ketertiban berlalulintas:
- Tahun 2016 terdapat 74 ribu pelanggar
- Tahun 2017 terdapat 93 ribu pelanggar
Mengalami peningkatan sebesar 24 persen.
- Tahun 2016 tercatat 487 lakalantas dengan 138 korban meninggal dunia.
- Tahun 2017 tercatat 484 lakalantas dengan 88 korban meninggal dunia.
Mengalami penurunan sebesar 0,6 persen.