Sabtu, 30 September 2017 15:55

Beri Peringatan Bahaya di Gunung Agung, BNPB Pasang Sirine

Petugas BNPB memasang sirine di sekitar Gunung Agung  yang bisa menjangkau radius 2 km
Petugas BNPB memasang sirine di sekitar Gunung Agung yang bisa menjangkau radius 2 km [limawaktu]

Limawaktu.id,- BNPB telah melakukan pemasangan enam sirine dan 54 rambu peringatan bahaya di gunung agung Kabupaten Karangasem Bali. Hal terebut dikatakan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

"Kami melakukan ini untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat jika Gunung Agung meletus dan membahayakan masyarakat, maka BNPB telah memasang sirine di enam titik di sekeliling radius berbahaya dari Gunung Agung, “ sebutnya, Sabtu (30/9).

Baca Juga : Gunung Agung memasuki fase kritis 57.428 orang mengungsi

Sirine ini dikenal dengan nama iRaditif (iCast Rapid Deployment Notification System) yang merupakan sirine mobile yang dapat dipindahkan dengan kendaraan.

Menurutnya, BNPB mendatangkan secara khusus dari Gudang Peralatan BNPB di Sentul Bogor ke Karangasem setelah Gunung Agung naik status Awas. Bunyi sirine ini mampu menjangkau radius 2 kilometer, bahkan dapat lebih jauh jika suara terbawa angin. Tujuan pemasangan sirine ini adalah memberikan peringatan tanda bahaya dari letusan Gunung Agung kepada masyarakat.

"Sirine ini hampir mirip dengan sirine tsunami, namun dapat dipindahkan. Jadi bukan mendeteksi gunung akan meletus, tapi hanya mengkhabarkan bunyi sirine sebagai tanda ada bahaya," ucapnya.

Lebih lanjut lagi Sutopo menerangkan, keenam lokasi sirine terdapat di Polsek Selat, Polsek Rendang, Pos Polisi Tianyar, Polsek Kubu, Koramil Kota Karangasem, dan Koramil Abang. Menurutnya, mekanisme kerjanya manual. Sirine dibunyikan oleh petugas atau operator sirine setelah mendapat perintah dari petugas di Posko Utama Tanah Ampo Karangasem.

Posko terhubung dengan Pos Pengamatan Gunung Agung yang memberikan informasi tentang bahaya letusan. Petugas posko didukung analisis data lainnya memberikan perintah kepada operator sirine untuk membunyikan sirine.

"Komunikasi dilakukan dengan radio komunikasi (HT) dan handphone. Agar terkoneksikan semua jaringan komunikasi antara operator sirine, posko, dan pos pengamatan Gunung Agung maka BNPB memasang beberapa repeater dan rig untuk radio komunikasi," ungkapnya.

Lebih lanjut lagi Supoto menjelaskan, BNPB masih menyiapkan sistem pengendali otomatis untuk membunyikan sirine. Sistem pengendali otomatis ini sudah banyak dipasang pada sirine peringatan dini tsunami. Kendalanya adalah belum semua lokasi bisa dijangkau radio komunikasi. (lie)

Baca Lainnya