Pengukuran Para Penyandang Disabilitas yang akan Mendapatkan Kaki Palsu
Pengukuran Para Penyandang Disabilitas yang akan Mendapatkan Kaki Palsu [Fery Bangkit]
News

Berharap Bisa Berjalan Normal dengan Kaki Palsu

Limawaktu.id - Keceriaan terpancar dari raut wajah sejumlah penyandang disabilitas pada Jumat (20/9/2019). Setidaknya beban mereka akan berkurang sebab akan mendapatkan kaki dan tangan palsu. Tercatat ada sekitar tujuh penyandang disabilitas tuna daksa dari anak-anak hingga dewasa yang akan mendapatkan kaki palsu secara gratis dari Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat dan Aliansi Perempuan Disabilitas Indonesia.

Sebagai tanda untuk mendapatkan kaki palsu itu, mereka melakukan pengukuran pada Jumat (20/9/2019) di Sekretriat Bersama Tim Reaksi Cepat (Sekber TRC) Kota Cimahi di Komplek Nata Endah, Cihanjuang Kota Cimahi.

Pengukuran Para Penyandang Disabilitas yang akan Mendapatkan Kaki Palsu

"Iya seneng," ucap Hani Mulkia Fatunisa, anak berusia 9 tahun yang tengah melakukan pengukuran kaki. Anak kelas 3 sekolah dasar asal Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi itu sejak lahir menjadi seorang tuna daksa fisik. Ia terlahir secara utuh sebab tidak disertai dengan kaki sebelah kiri. "Dari lahir udan begini," tuturnya.

Sebab terlahir tanpa kaki kiri, Hani sudah mengenakan kaki palsu sejak umur satu tahun. Namun, kaki palsu lamanya perlu diganti sebab dianggap sudah tak laik. Diki Nasution (26), calon penerima kaki palsu lainnya pun turut merasakan kebahagiaan bakal mendapatkan kaki palsu secara gratis. Ini pertama kali baginya akan mengenakan kaki palsu itu.

"Seneng banget. Sebelumnya belum pernah pake," ucapnya. Ia menuturkan, kaki sebelah kanannya terpaksa diamputasi sejak tahun dua tahun lalu. Pria asal Kelurahan Cigugur Tegah, Kecamatan Cimahi Tengah itu dinyatakan terkena kanker tulang. "Katanya kanker tulang jadi harus diamputasi. Tahun 2017," terangnya.

Kepala Bidang Sosial pada Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi Agustus Fajar mengatakan, informasinya ada 50 penyandang disabilitas se-Jawa Barat yang akan mendapatkan kaki dan tangan palsu itu. "Khusus di Cimahi informasinya hanya ada 7 (tujuh) orang yang dapat" terangnya

Sebetulnya, kata Agustus, masih banyak tuna daksa di Kota Cimahi yang membutuhkan kaki dan tangan palsu. Selain bantuan dari Baznas Jawa Barat dan Aliansi Perempuan Penyandang Disabilitas, bantuan juga kerap datang seperti dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

"Biasanya ada juga bantuan kursi roda, sepatu dan sebagainya. Bantuan-bantuan itu khusus benar-benar yang membutuhkan," ujarnya. Ia berharap penyandang disabilitas yang belum mendapatkan bantuan dalam kesempatan ini bisa mendapatkannya pada kesempatan selanjutnya. "Banyak sebetulnya peminatnya. Mudah-mudahan jadi waiting list," tandas Agustus.

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar