Limawaktu.id – Munculnya ‘Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC’ menjadi pemantik baru bagi Pemkot Cimahi untuk mengentaskan penyakit Tuberculosis (TBC) di Kota Cimahi.
Gerakan tersebut baru saja diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Gedung Techno Park Cimahi, Jalan Raya Baros, Kota Cimahi pada Rabu (29/1/2020).
Tahun 2019, Dinas Kesehatan Kota Cimahi menargetkan penemuan kasus TBC sebanyak 1.774 kasus dan target terduga penderita TBC sebanyak 10.644 kasus. Namun dalam kenyataannya, ditemukan sebanyak 2.517 kasus dan terduga TBC sebanyak 6.880 kasus. Meningkat dari kasus TBC biasa, terdapat kasus TB Multidrug-Resistant (MDR) sebanyak 63 kasus.
“Banyaknya temuan bukan hanya menandakan banyak penderita namun keberhasilan temuan kasus TB dapat mempercepat penanganan medis. Setiap kasus TBC harus ditemukan untuk didiagnosis dan diobati sampai sembuh,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi,Pratiwi, saat ditemui di Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusuma, Jumat (31/1/2020).
TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis (M.tb) paling mematikan di Indonesia. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Indonesia menempati urutan ketiga negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia dibawah India dan China.
Pratiwi mengatakan, sejauh ini Pemkot Cimahi terus mendorong partisipasi dan peran serta masyarakat serta perangkat daerah lewat kerjasama dengan Perkumpulan Pemberantasan Tuberculosis Indonesia (PPTI) Cabang Kota Cimahi, LKNU, AISIYAH, universitas, organisasi profesi, hingga berjejaring dengan dokter praktek swasta dan klinik kesehatan untuk mendukung pasien TB konsisten minum obat sesuai rentang waktu enam bulan.
Salah satunya dengan memberdayakan masyarakat sebagai kader Pengawas Menelan Obat (PMO) di 312 RW se-Kota Cimahi, Koordinator PMO, serta Kelompok Masyarakat Peduli TBC di 15 Kelurahan.
”Para kader PMO membantu menemukan kasus TB dan harus memastikan pasien disiplin minum obat. Dengan demikian diharapkan pasien putus obat atau RO bisa ditekan,” jelasnya.
Dalam segi pelayanan, Pemkot Cimahi juga memiliki alat bantuan dari pusat berupa Tes Cepat Molekuler (TCM) yang dapat mendeteksi paparan bakteri selama dua jam ditempatkan di Puskesmas Cimahi Selatan, RS Mal, dan RSUD Cibabat. Ketersediaan obat TBC turut tersedia di rumah sakit dan puskesmas secara gratis.
Selain itu, pelatihan dan sosialisasi penyakit TBC menyentuh berbagai kalangan mulai dari pelajar, pemuda, hingga dai/ustad. Sosialisasi lewat media massa maupun media sosial pun gencar dilakukan, termasuk sosialisasi langsung ke masyarakat menggunakan mobil Promosi Kesehatan dengan cara menyambangi berbagai lokasi keramaian.
Tidak sampai di situ, penanganan TBC ini juga, Pemkot Cimahi turut melibatkan lintas sektor dinas seperti bantuan bedah rumah, sosialisasi media massa, penyuluhan ke perusahaan, dan lainnya.
”Dengan sinergitas antar berbagai kalangan, Kota Cimahi berani mendeklarasikan Menuju Bebas TBC di tahun 2048, lebih awal dari target nasional. Hal ini didukung peran serta semua pemangku kebijakan untuk kesuksesan penanganan TBC di Kota Cimahi,” tuturnya.
Ketua PPTI Kota Cimahi dr. Zakaria Ansyori didampingi Ketua Bidang Penyuluhan, Diklat dan Pelayanan Medik dr. Fitriani Manan mengatakan, strategi PPTI mulai dari advokasi kepada Pemkot Cimahi dan pemangku kebijakan lain, sosialisasi, pelatihan kader dan masyarakat, pembinaan kader anak cabang kecamatan melalui supervisi dan menitoring-evaluasi, serta kegiatan sosial kepada pasien dan keluarga.
”Utamanya tugas PPTI sebagai Organisasi Masyarakat Madani atau Civil Society Organisation (CSO) terutama penyuluhan kepada masyarakat,” kata Zakaria.
PPTI Cabang Kota Cimahi meningkatkan jejaring penanggulangan dan pemberantasan TBC dari Tingkat Kota sampai ke tingkat keluarga. Dengan dibentuknya jejaring tersebut, maka diharapkan penyuluhan, pendampingan penderita dan penjaringan terduga serta pelacakan TBC mangkir dapat optimal dilaksanakan.
”Penjangkauan kepada masyarakat dilakukan oleh kader PMO dan kader akselerasi atau koordinator PMO yang sudah kita latih. Mereka membantu menemukan kasus TB baru, pengobatan sampai tuntas, hingga temuan pasien TB mangkir yang terus dibina,” ucapnya.
Tahun 2012, Ketua Kehormatan PPTI Cabang Kota Cimahi peiode 2005-2012 Atty Suharti mendapat penghargaan Lencana Satya Bakti Utama dari PPTI Pusat pada Kongres Nasional PPTI 2012. Pemetaan kasus TBC yang dilakukan kader tiap kelurahan membawa PPTI Cabang Kota Cimahi mempresentasikan mapping tersebut mewakili Indonesia pada Internasional Congress for Lung Health tahun 2014 di Barcelona
Kader PPTI Cabang Kota Cimahi juga terlibat dalam produksi video tutorial untuk pelatihan bagi para kader dan calon kader TBC di seluruh Indonesia. Video tutorial yang diproduksi PPTI Pusat ini menjadi acuan pelatihan kader yang efektif dan efisien.
Zakaria menyatakan PPTI Kota Cimahi memperlihatkan kontribusi nyata terhadap Program Pencegahan dan Pengendalian TBC di Kota Cimahi yang berimplikasi pada tingkat Provinsi Jabar dan nasional, baik dalam penjaringan suspect TBC, penemuan kasus baru, terapi, hingga angka sukses pengobatan TBC.
”Semua pendanaan dilakukan secara swadaya. PPTI Kota Cimahi bakal terus bermitra dengan Pemkot Cimahi untuk menangani TBC di Kota Cimahi,” tandasnya.