Senin, 30 Oktober 2017 15:59

Belum Jelas Anggaran dan Lokasi, Depo Arsip Cimahi Belum Terbangun

Reporter : Fery Bangkit 
Pemerintah Kota Cimahi belum memiliki depo arsip.
Pemerintah Kota Cimahi belum memiliki depo arsip. [Limawaktu]

Limawaktu.id, – Soal pembangunan depo arsip, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cimahi menyebutkan masih menunggu penetapan anggaran dan lokasi.

Kepala Dinas PUTR Kota Cimahi Ahmad Nuryana membeberkan, rencana dulu, pembangunan depo arsip akan berlokasi di sekitar perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Cimahi. Bahkan Detail Engenering Design (DED) sudah dibuatkan.

“Secara perencanaan sudah ada, memang mau di sini (Pemkot Cimahi). Cuma kurang layak dan sebagainya, ada wacana di luar kantor,” ujarnya saat dihubungi, Senin (30/10/2017).

Selama ini, Pemerintah Kota Cimahi belum memiliki depo arsip. Padahal, dalam Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, setiap kabupaten/kota diharuskan memiliki depo arsip.

Dikatakan Ahmad, jika lokasi pembangunan depo arsip diputuskan di luar perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, maka otomatis Dinas PUTR harus merubah DED yang sudah ada.

“Tidak harus total diubah DED-nya. Misalnya hanya pondasinya saja,” ucapnya.

Intinya, kata dia, saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan, terutama soal anggaran dan lokasi. Sebab, kata Ahmad, umtuk membangun depo arsip dibutuhkan biaya yang cukup besar.

Ditegaskannya, depo arsip saat ini menjadi kebutuhan yang harus diwujudkan dalam beberapa tahun ke depan. “Kelihatannya sekarang gedung arsip jadi skala prioritas untuk dibangun 2018. Kita lihat perkembangannya seperti apa, karena kan proses penganggaran 2018 belum ditetapkan,” katanya.

Dengan tidak adanya depo arsip, Pemerintah Kota Cimahi terpaksa menyimpan arsip di ruang Bidang Arsip di sekitar yang hanya memiliki luasan sekitar 6x6 meter, dengan satu lantai saja.

Padahal menurut Priatna Jumsa, Pengelola Arsip Dinas Komunikasi Informasi Arsip dan Perpustakaan (Diskominfoarpus) Kota Cimahi, tempat menyimpan arsip idealnya ialah 8x10 meter, dengan lima lantai.

“Arsip belum tertata dengan baik karena belum ada depo arsip. Idealnya 5 (lima) lantai, dengan sarana penunjang lainnya,” katanya.

Dikatakannya, setiap tahun pihaknya selalu mengajukan pembuatan depo arsip. Namun, karena belum menemukan lahan, akhirnya rencana pembuatan depo arsip selalu batal dilaksanakan.

Menurutnya, total lahan yang harus disiapkan untuk membuat depo arsip itu sekitar 1.000 meter. Sedangkan dana yang dibutuhkan untuk pengadaan lahan hingga pembangunan gedung diperkirakan mencapai Rp 30 miliar.

Soal anggaran, pihaknya akan mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi.

“Setiap tahun diajukan, cuma beratnya itu dipengadaan lahan. Depo arsip sangat butuh. Mutlak tertera dalam Undang-undang harus ada depo arsip,” kata Priatna.

Dikatakannya, dengan adanya depo arsip tersebut, penyimpanan akan semakin tertata, sehingga memudahkan dalam mencari arsip yang diinginkan.

“Harapannya segera terealisasi,” ucapnya. (kit)*