Rabu, 23 Mei 2018 15:53

Beda Puasa Ala Militer dengan Wakil Wali Kota Dimata Ngatiyana

Reporter : Fery Bangkit 
Ngatiyana, Wakil Wali Kota Cimahi.
Ngatiyana, Wakil Wali Kota Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- ngatiyana kini adalah Wali Kota Cimahi. Ia menjabat sejak tahun 2017, dan akan bertugas menjadi orang nomor dua di Cimahi hingga 2022.

Sebelum menjabat sebagai wakil, ia dulunya adalah Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun, ia memutuskan pensiun dini dan memilih bergelut dalam perpolitikan.

Sebagai seorang muslim, menjalankan ibadah puasa bagi pria kelahiran Bantul, 05 Juli 1961 tentunya menjadi hal yang wajib.

Lalu, adakah perbedaan menjalankan puasa saat menjadi anggota militer dengan posisinya sebagai Wakil Wali Kota? Begini jawaban Ngatiyana.

Karir Ngatiyana di dunia militer dimulai sejak tahun 1983. Sebelum mendaftar jadi militer, ia terlebih dulu bekerja di salah satu perusahaan.

Namun, setelah tahu diterima menjadi Anggota TNI, Ngatiyana memutuskan untuk mundur dari pekerjaannya saat itu. Setelah lulus, ia mengenyam pendidikan militer tahun 1984.

"Selesai pendidikan, tahun 1985 dikirim ke Timor-Timor selama 18 bulan," terang Ngatiyana, saat ditemui di kantornya, Jalan Raden Hardjakusumah, Rabu (23/5/2018).

Selama menjadi prajurti TNI, khususnya saat menjalani pendidikan, kehidupan keras harus dijalaninya dalam menjalankan puasa.

"Dulu, mau jalan kaki 20 km, isi tas sampai 30 kilogram tetap puasa," terang Ngatiyana.

Namun, karir militernya harus berakhir lebih dini pada tahun 2017 ketika ia memilih mendampingi Ajay M Priata dalam pemilihan Wali dan Wakil Wali Kota.

Dua jabatan terakhirnya diembannya adalah sebagai prajurit TNI adalah sebagai Kabagpers Set Pussenif Kodiklat TNI AD dan Gumil Gol V Deppengmilum Pusdikif Pussenif Kodiklat TNI AD.

"Saya pensiun harusnya 2020, tapi penisun dini tahun 2014," ucap Ngatiyana.

Setelah menjabat sebagai Wakil Wali Kota, ia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim yang taat. Meski disibukan dengan agendanya sebagai pelayan publik, itu bukan alasan baginya untuk bermalas-malasan dalam melaksanakan puasa.

Bahkan, kebiasaan lamanya di dunia militer tetap ia jalankan selama bulan puasa. Yakni berjalan santai. Kebiasaannya itu dilakukan setelah semua urusan kerjanya di Pemkot Cimahi selesai.

"Biar gerak badan ini, pulang jam 4 (16.00 WIB) saya jalan kaki," terangnya.

Baca Lainnya