Limawaktu.id - Pemilik usaha warung di Kampung Halte RT 01/19 Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berharap Reaktivasi Jalur Cipatat-Ciranjang segera dirampungkan pihak PT Kereta Api Indonesa (KAI). Sebab, dengan diaktifkannya kembali jalur tersebut, diyakininya akan menambah penghasilannya sebagai penjajak berbagi makanan di sekitar Stasion Cipatat.
"Ini dibangun udah 3 (tiga) bulan lalu. Harapannya biar cepat rampung biar banyak yang beli," kata Maryati sodikin (45, salah seorang pedagang di sekitar Stasion Cipatat saat ditemui, Selasa (29/10/2019). Ia mengaku sangat mendukung reaktivasi jalur kereta apa yang sudah tidak aktif sejak 6 tahun lalu itu. Sebab, selain bisa menambah penghasilannya, nantinya akses menuju Ciranjang bisa lebih mudah.
"Iya sangat mendukung. Nanti kan rame lagi," ucapnya. Maryati sendiri hanyalah pendatang, namun sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Desa Cipatat. Ia dan keluarganya tinggal di lahan milik PT KAI yang disewakan kepada warga. "Ini rumah sama warung saya, cuma lahannya punya PT KAI. Sewa per tahun sekitar Rp 2,3 juta. Bayarnya per meter," bebernya.
Pedagang lainnya, Ai Suprihatin (70) mengatakan ia dan warga lainnya sudah menunggu sejak lama pengaktifan ulang jalur kereta tersebut. "Alhamdulillah, bersyukur karena mau ada kereta lagi lewat sini. Soalnya mau kemana-mana jadi lebih mudah karena ada kereta, engga harus pakai bus terus," ujar.
Wanita yang memiliki warung tepat di depan Stasiun Cipatat itu juga mengaku warungnya bakal lebih ramai seperti saat jalur kereta itu masih aktif. "Kalau dulu ramai, soalnya banyak yang turun disini juga. Kalau sekarang ya sepi, paling warga sekitar aja yang belanja," bebernya.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Barat, Achyar Pasaribu melalui Kepala Seksi Lalu Lintas, Sarana, dan Keselematan Perkeretaapian BTP, Bernadi Armisetyo, mengatakan saat ini pihaknya masih fokus pada perbaikan jalur kereta. "Sekarang masih terus berjalan, progresnya sudah mencapai 50 persen dari laporan terbaru," ujarnya saat dihubungi
Reaktivasi jalur sepanjang 15 kilometer itu saat ini sedang dalam tahap perbaikan badan jalan, perbaikan jembatan, serta pembuatan dan pemasangan drainase. "Untuk target selesainya akhir bulan Desember ini, jadi pengerjaannya terus kita kebut sekarang," katanya.